Heboh Video Diduga Aksi Kekerasan Perpelencoan Mahasiswa Beredar di Medsos, NetizenGeram

Tangkapan layar video @travuzi & @anakyanda1 (Twitter)

Liputan.co – Video diduga aksi kekerasan dalam perpeloncoan tengah beredar dan hangat dibahas di Twitter. Video ini diunggah oleh @travuzi yang mengungkap bahwa mahasiswa di dalam rekaman video sedang dipukuli menggunakan botol. Hingga saat ini tweetnya sudah disukai oleh seribu pencuit lainnya.

Pencuit menambahkan dugaan aksi perpeloncoan tersebut terjadi belakangan ini, bahkan belum ada seminggu dari waktu ia mengunggah video pada Senin (1/3) pukul 20:40 WIB. Videonya menunjukkan jejeran pemuda yang berbaring di tepi pantai hanya mengenakan celana pendek. Kemudian terlihat kumpulan pemuda lainnya yang berteriak-teriak sambil mengayunkan barang yang diduga botol plastik ke arah jejeran pemuda yang berbaring tersebut. Hingga saat ini masih belum diketahui asal kampus mahasiswa yang terlibat aksi perpeloncoan tersebut.

Tak sampai disitu, akun @anakyanda1 menambahkan unggahannya yang menunjukkan pemuda pemudi sedang tiarap sambil merayap di pasir. Dalam video terlihat juga sekelompok pemuda pemudi yang diduga senior meneriaki para perayap dan beberapa terlihat mengayunkan benda seperti kayu dan botol sembari menyerukan perintah untuk berguling atau tiarap. “Plis siapapun yang baca ini, tolong kawal sampe dilapor dan tobat! Supaya kedepannya tidak ada ospek-ospek model begini,” tulisnya di cuitan setelahnya.

Beredarnya video yang diduga kekerasan perpeloncoan ini menuai kegeraman warganet. Banyak dari mereka yang langsung menandai akun resmi Kemdikbud di kolom balasan cuitan tersebut. Selain mengecam tindakan perepeloncoannya, netter turut mempertanyakan kegiatan ospek di tengah pandemi yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Sebab dalam video minim terlihat orang yang menggunakan masker serta adanya kerumunan orang tanpa menjaga jarak.