6 Pasang ABG Diduga Pesta Seks Usai Tidur Seranjang dalam Kondisi Mabuk Miras, Dua Orang Siswi SMA

6 Pasang ABG Diduga Pesta Seks Usai Tidur Seranjang dalam Kondisi Mabuk Miras, Dua Orang Siswi SMA

Kepergok di dalam kosan, enam muda-mudi di Kelurahan Sikumana, Kupang diamankan pihak kepolisian, Senin (19/10/2020).

Dugaan pesta seks yang dilakukan enam muda-mudi itu pun menyeruak pasca ditemukannya minuman keras di dalam kosan tersebut.

Hingga akhirnya, salah satu dari enam muda-mudi itu, NRF (22) pun memberikan pengakuan.

Saat diamankan, ketiga pasangan lawan jenis itu sedang berada di satu tempat tidur.

Saat itu, pintu kamar kos dikunci dari dalam dan lampu kamar dalam keadaan padam.

Mereka juga berada dalam kondisi mabuk minuman keras.

Ketiga pasangan itu terdiri tiga perempuan, masing masing NRF (22), LAFD (17) dan ONE (16).

Sementara tiga laki-laki masing masing APB (22), RD (20) dan MIT (19).

Bhabinkamtibmas Kelurahan Sikumana, Bripka Marcel Nitte menjelaskan, saat dirinya dan Ketua RT 11 Kelurahan Sikumana, Hengky Nenobais, SH datang ke lokasi itu pada Senin sekira pukul 03.30 Wita, pintu kamar kos memang dalam keadaan terkunci dari dalam.

Berdasarkan laporan warga, ketiga pasangan diketahui mengkonsumsi minuman keras sejak Minggu (18/10) dan membuat keributan sehingga mengganggu warga sekitar.

Kamar kost tersebut, jelas Bripka Marsel Nitte merupakan kamar kos yang selama ini disewa oleh NRF.

Dua perempuan yang saat itu bersama sama NRF juga merupakan anak di bawah umur yang terdaftar sebagai siswa di salah satu Pelajar SMA Negeri di Kota Kupang.

Sementara itu, tiga pria berprofesi sebagai nelayan, sales sepeda motor dan seorang lainnya tidak memiliki pekerjaan tetap.

Pasca kepergok warga dan diamankan pihak kepolisian, NRF akhirnya memberikan keterangan.

Dikutip dari Pos Kupang (grup Tribunnews.com), NRF (22) berujar bahwa tidak ada pesta seks dan miras saat mereka diamankan.

Semula, NRF membenarkan bahwa memang saat subuh itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sikumana, Bripka Marcel Nitte sempat ke lokasi kost mereka.

Pun saat itu, kata NRF, lampu kamar kosnya juga memang dalam keadaan padam.

Namun untuk tudingan ada pesta seks di kosan tersebut, NRF membantahnya dengan tegas.

“Memang betul Pak Bhabinkamtibmas sempat ke lokasi. Di lokasi (kamar kost), lampu dalam keadaan mati, tapi pesta seks dan miras itu tidak betul pak,” ujar NRF.

Ia mengatakan, memang di dalam kamar ditemukan sejumlah botol minuman keras, tetapi ia mengakui bahwa minuman keras itu tidak dikonsumsi pada malam itu.

“Soal masalah itu sudah saya urus sampai selesai dan sudah ada pertanyaan di atas materai,” tambah NRF.

Kasus Serupa: 6 ABG di Aceh Digerebek

Sementara itu, 6 orang ABG atau tiga pasangan remaja di Aceh digrebek warga karena menggelar pesta seks di sebuah rumah kosong, di Kecamatan Kembang Tanjon, Pidie, Aceh.

Bukan hanya sehari, pesta seks yang digelar para remaja itu berlangsung selama 4 hari.

Warga yang curiga kemudian melakukan pengrebekan.

Saat digrebek warga, enam ABG itu tanpa sungkan membuat pengakuan menjijikan.

Mereka mengaku telah melakukan persetubuhan selama 4 hari berturut-turut

Diketahui, dari tiga pasangan itu, Polres Pidie mengungkap ada pasangan laki-laki berinisial AD (18) dan perempuan TM (19).

Sedangkan pasangan lainnya masih di bawah umur.

Ketiga pasangan bersamaan melakukan persetubuhan di dalam rumah kosong.

Mereka telah empat hari rumah kosong tempat mereka berbuat haram, akhirnya digerebek warga.

Berdasarkan informasi diperoleh Serambinews.com, Sabtu (3/10/2020) dari warga dan kepolisian, bahwa tiga lelaki dan tiga wanita melakukan hubungan layaknya suami isteri, Jumat (1/10/2020) sekitar pukul 03.00 WIB, dipergoki warga.

Ketiga pasangan tersebut dibawa ke balai gampong untuk diperiksa warga.

Hasil pemeriksaan warga, bahwa ketiga pasangan itu telah menginap di rumah kosong itu selama empat hari.

Tak hanya itu, ketiga pasangan tersebut telah melakukan persetubuhan empat kali.

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian SIK MH, melalui Kasat Reskrim, Iptu Ferdian Chandra MH, kepada Serambinews.com, Sabtu (3/10/2020) mengatakan, ketiga pasangan yang melakukan hubungan layaknya suami isteri telah diamankan polisi.

Satu pasangan laki-laki berinisial AD (18) dan perempuan berinisial TM (19).

Sedangkan dua pasangan lagi masih di bawah umur.

Ia menyebutkan, ketiga pasangan tersebut mengaku telah melakukan perzinaan empat kali.

Warga menyerahkan ketiga pasangan itu ke Kantor Satpol-PP dan WH Pidie. Pihak WH berkoordinasi dengan Tim Perlindungan Perempuan dan Anak (TP2A) Pidie.

Bahwa, tiga perempuan itu pernah melakukan persetubuhan di tempat lain dengan berganti pasangan (seks bebas).

“Tiga perempuan itu pernah berhubungan di tempat lain dengan laki-laki lain yang dominan masih di bawah umur,” jelas Iptu Ferdian.

Ia menyebutkan, ketiga pasangan itu akan dibidik dengan pasal 25 Juncto pasal 23 dan pasal 37 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat.

” Kita imbau kepada orang tua untuk menjaga anak sehingga tidak terjerumus kepada pergaulan bebas,” jelasnya. (Sripoku.com)