Acungkan Parang, Warga Korban Gempa yang Kelaparan Cegat Mobil Pengangkut Logistik, Petugas Mengalah

Acungkan Parang, Warga Korban Gempa yang Kelaparan Cegat Mobil Pengangkut Logistik, Petugas Mengalah

Sebuh rekaman video dari Tribun Timur (grup TribunJatim.com) memperlihatkan mobil pengangkut logistik dihadang paksa warga.

Tampak dalam video warga mengambil paksa dan berebut makanan di tengah jalan sambil membawa parang.

Diketahui, kejadian ini berlangsung di wilayah utara Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.

Hal ini terjadi setelah bencana alam gempa melanda Sulawesi Barat.

 

Warga di wilayah utara Kabupaten Mamuju mulai melakukan penghadangan mobil pengangkut logistik.

Logistik yang hendak dibawa ke posko bencana di Mamuju diambil paksa warga yang sudah mengungsi pasca terjadi gempa.

Dalam rekaman video yang diperoleh Tribun Timur, warga berebut bahan makanan di tengah jalan.

Petugas yang hendak menghalangi warga untuk tidak mengambil paksa bahan makanan nyaris saja diparangi.

“Saat ini sudah terjadi Tadui Mamuju warga adang mobil bantuan.”

“Apalagi memang sekarang kita pusing karena tidak ada penjual,” kata seorang warga Mamuju, Amir.

Saat ini, rata-rata pengungsi kekurangan bahan makanan karena aksi distribusi logistik dari arah selatan belum lancar.

Misalnya di daerah Malunda, warga kekurangan air bersih, makanan siap saji, dan beras untuk memasak.

Diberitakan, gempa terjadi pada Kamis, 14 Januari 2021, pukul 14.35 WITA, dengan durasi sekitar 5- 7 detik dengan kekuatan 5,9 SR.

Kemudian gempa kedua dengan skala yang lebih besar yaitu 6,2 SR, yang terjadi pada Jumat, 15 Januari 2021, pukul 02.28 WITA dini hari.

Masyarakat yang panik takut terjadi tsunami dan juga banyaknya bangunan yang runtuh membuat Kabupaten Majene diliputi duka.

Listrik hingga saat ini masih padam.

 

Gempa dengan kekuatan 5,0 SR kembali terjadi di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Sabtu (16/1/2021), pukul 06.32 WIB.

Gempa ini dirasakan di daerah Kabupaten Majene III MMI dan berdasarkan permodelan tidak berpotensi tsunami.

BPBD Kabupaten Majene menginformasikan, belum ada laporan terkait dampak gempa yang berpusat di darat 20 km timur laut Majene dan berkedalaman 10 km ini.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, gempa susulan masih akan terjadi.

Untuk itu, BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada terkait adanya potensi gempa susulan yang berkekuatan signifikan.

BNPB juga mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan perbukitan dengan tebing curam untuk waspada terhadap longsoran dan reruntuhan batu.

Selain itu, bagi yang tinggal di kawasan pantai atau pesisir, diharapkan untuk selalu waspada dan segera menjauhi pantai apabila merasakan adanya gempa susulan.

Masyarakat diminta untuk dapat mengikuti informasi resmi dan tidak mudah percaya dengan segala informasi yang belum jelas sumbernya.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak percaya berita bohong atau hoax mengenai prediksi dan ramalan gempabumi yang akan terjadi dengan kekuatan lebih besar dan akan terjadi tsunami.

Masyarakat juga dapat mengikuti perkembangan informasi kegempaan melalui BMKG dan portal InaRisk untuk mengetahui potensi risiko bencana yang ada di sekitar tempat tinggal.