Alhamdulillah, Masjid Nabawi akan Dibuka untuk Tarawih di Bulan Ramadan

Masjid Nabawi Kembali Dibuka, Ini 10 Protokol yang Diberlakukan Halaman all - Kompas.com

Liputan.co – Umat muslim diizinkan untuk melaksanakan sholat tarawih saat Ramadan. Syaratnya, mereka harus tetap mematuhi protokol kesehatan.
“Salat Tarawih akan dilakukan di Masjid Nabawi selama bulan suci Ramadan bersama dengan salat wajib,” kata Presiden Urusan Dua Masjid Suci Sheikh Dr. Abdulrahman Al-Sudais dikutip dari Saudi Gazette, Sabtu (19/3/2021).

Selain diizinkannya salat tarawih, saat ini pengurus Dua Masjid Suci juga tengah menggodok program, target, alternatif, keadaan darurat, dan penanganan krisis untuk bulan Syakban dan Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri.

Rencana ini bakal disusun secara cermat dengan tetap memperhatikan dampak arahan terbaru terhadap program dan sasaran serta intensitas pengunjung dan jemaah di Masjid Nabawi.

“Tahun ini, di tengah pandemi COVID-19, ditandai dengan kehadiran jamaah di Masjid Nabawi dalam jumlah tertentu, sejalan dengan tindakan pencegahan,” kata Al-Sudais.

Nantinya Masjid Nabawi akan ditutup selama setengah jam setelah salat Tarawih dan akan dibuka kembali dua jam sebelum salat Subuh, kecuali 10 hari terakhir Ramadan di mana masjid akan dibuka 24 jam.

Kapasitas total jamaah yang boleh masuk area Masjid Nabawi adalah 60.000 orang dalam sekali waktu dengan pemberlakuan jarak sosial. Angka itu terbagi 45 ribu di dalam masjid dan 15.000 di luar masjid.

Para jamaah diizinkan untuk beribadah di dalam masjid, atap, untuk mengurai kepadatan dan mencegah penularan COVID-19.

Sementara itu, untuk area Raudah akan dibatasi untuk para imam dan pekerja Masjid Nabawi serta kerabat orang meninggal saat ada salat jenazah.

Sebagaimana diketahui, pada Ramadan 2020, pihak berwenang telah menangguhkan penyelenggaraan salat Tarawih di Dua Masjid Suci. Ini bertujuan untuk mencegah penyebaran COVID-19.