Anggota Keluarganya Divonis COVID-19, Keluarga Pasien di Kupang Keroyok Petugas

Anggota Keluarganya Divonis COVID-19, Keluarga Pasien di Kupang Keroyok Petugas - kumparan.com

KUPANG – Seorang pegawai honorer di Puskesmas Bakunase, Kota Kupang menjadi korban pengroyokan keluarga pasien, Selasa (2/3) sekitar pukul 22.30 WITA.

Korban diketahui bernama, Tedor Agustinus Ae (31), Warga kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang, NTT.

Tedor dikeroyok keluarga pasien diantaranya, Artha Yair Tanu alias artha, (31), Roy Krisna Minfini alias Roy (25),

Cornelis Tanu alias Nelis (57) dan Roki Minfini alias Roki (16). Para pelaku ini merupakan satu keluarga.

Kasus ini bermula ketika istri salah satu pelaku hendak melahirkan dan dilarikan ke Puskesmas Bakunase. Ia kemudian dibantu oleh salah seorang bidan di Puskesmas setempat.

Proses persalinan pun berjalan normal. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, sang ibu diketahui ada gejala COVID-19. Petugas pun berkoordinasi dengan dokter.

Atas perintah dokter, pasien pun diminta rujuk ke RSUD Prof.W.Z Johanes Kupang untuk dilakukan isolasi mandiri.

Perintah dokter pun dilaksanakan sang bidan. Sang bidan kemudian menyampaikan pesan dokter ke suami pasien.

Setelah diberi penjelasan, sang suami dan keluarga malah menolak dirujuk dan memaksa membawa pasien pulang ke rumah.

Perdebatan antara sang suami dan petugas pun terjadi. Melihat itu, Kasubag TU Weni Ida Manao dan korban pun membantu menenangkan keluarga dan memberi penjelasan. Hasilnya, keluarga tetap menolak dirujuk.

Nahasnya, penjelasan Kasubag dan korban berujung perkelahian. Suami pasien dan tiga rekannya malah menganiaya korban. Akibatnya, korban mengalami luka-luka di sekujur tubuh.

Tak terima dianiaya, korban pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Oebobo dengan bukti laporan polisi Nomor LP B 25 III Sektor Oebobo, Tanggal 3 Maret 2021.

Kapolsek Oebobo, AKP Magdalena Mere yang dikonfirmasi, Rabu (3/3) membenarkan kejadian tersebut.

“Iya benar. Korban sudah membuat laporan polisi, dan malam itu juga para pelaku sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.