Berangkat Sekolah Dalam Kondisi Sehat, Meninggal Usai mengeluh Pusing

Berangkat Sekolah Dalam Kondisi Sehat, Meninggal Usai mengeluh Pusing

Liputan.co – Meninggalnya Dakja, salah satu siswa kelas 9 C SMPN 1 Ubud, Gianyar, Bali benar-benar mengejutkan banyak pihak. Tak terkecuali bagi keluarganya.

Berangkat sekolah dalam kondisi sehat, namun tiba-tiba saat di sekolah, korban mengeluh pusing dan meninggal saat dibawa ke puskesmas.
Selanjutnya, usai mengantar putranya ke sekolah, Artana langsung pulang.

Namun, sampai di rumah, Artana menerima telepon dari korban

“Tyang baru sampai rumah, belum naruh helm. Ditelepon sama anak, disuruh jemput katanya sakit kepala,” ujarnya.
Menerima panggilan itu, Artana kembali ke sekolah untukmelihatkondisi putranya.

Tiba di depan sekolah, Artana sempat mengirimi putraya pesan bahwa dirinya sudah berada di depan sekolah.
Namun, putranya sempat membalas tidak kuat berjalan keluar sekolah. “Saya kirim pesan, Ajik sampun (Ayah sudah, red) di depan. Tapi ndak bisa turun katanya,” jelas

Artana menirukan bunyi percakapan dengan putranya. Lantaran mendapat jawaban pesan dari korban, Artana pun langsung bergegas mencari putranya.

Begitu dilihat, kondisi putranya sudah dalam posisi duduk bersandar dengan kaki terlentang. Keringat dingin juga mengucur dari tubuhnya.

“Saya dapati sudah lemas, saya tanya ndak nyaut,” jelasnya.
Bersama sejumlah teman sekelas, Artana membopong putranya menuju halaman sekolah. Meminta pertolongan guru agar dicarikan kendaraan untuk dibawa berobat.

Selanjutnya, dengan mobil pinjaman, Artana membawa anaknya ke fasilitas kesehatan terdekat Puskesmas Ubud I sekitar pukul 09.40.

“Perkiraan saya, meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas. Saat dipasang oksigen tidak mau masuk, petugas Puskesmas bilang sudah meninggal,” ujarnya.

Kepergian mendiang membuat keluarga besar di Banjar Dukuh Griya, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring berduka.

Apalagi semasa hidup, siswa itu dikenal aktif berkesenian. “Anak tyang ini pandai bergaul, suka megambel. Mekendang, selonding, hampir semua dia kuasai,” kenangnya.

Semasa hidup, mendiang juga bergabung dalam Sanggar Gita Semara Peliatan Ubud.

“Sempat megambel saat kunjungan Presiden acara IMF di Nusa Dua,” jelasnya.

Jasad mendiang sudah dijemput dari Puskesmas Ubud I pasca kejadian. Untuk disemayamkan di rumah duka. Prosesi pemakaman akan berlangsung Jumat sore (2/4) di setra adat setempat.

Di bagian lain, kabar meninggalnya korban juga mendapat perhatian dari Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Made Ariasa.

“Saya sempat telusuri, meninggalnya tidak di kelas. Karena PTM (Pembelajaran Tatap Muka, red) sesi kedua belum dimulai. Anak ini katanya merasa tidak enak badan, sempat komunikasi sama orangtua lewat HP,” ujar komisioner asal Desa Mas, Kecamatan Ubud itu.

Ariasa mengaku prihatin atas kejadian tersebut. “Terlepas karena diduga serangan jantung atau apapun itu. Para orangtua di dunia pendidikan perlu perhatian atas kondisi kesehatan siswa secara berkala,” pungkasnya.