Berkerudung, tapi Pelakor?

Pakai Bikini dan Jilbab Saat Nyari Duit, Bintang Porno Ngaku: Saya Teratur Doa Meski Tau Itu Dosa! - Tribun Manado

Liputan.co – Bahasan tentang pelakor masih anget ya, sob. Kebetulan juga yang jadi pelakor pakai kerudung, jadi deh, banyak yang gagal fokus dengan mencaci perempuan berkerudung. Mereka berkata, “Mending enggak pakai kerudung, dari pada pakai kerudung tapi pelakor.”

Duh sob, enggak apple to apple, kan? Masa iya, yang jadi pilihan enggak benar semua? Harusnya, kan, mending berhijab tapi bukan pelakor, daripada berhijab tapi pelakor.

Ngomong-ngomong, sob, yang jadi permasalahan kan perilaku enggak benar si perempuan pelakor tuh, tapi kenapa yang dihujat dan dipermasalahin kerudungnya, yak? Padahal namanya manusia kan memang tempat salah dan dosa, wajar dong jika seseorang (meskipun berkerudung) pernah melakukan kesalahan. Kalaupun kita mau lihat di luar sana, yang enggak pake kerudung dan melakukan aksi tak senonoh juga banyak.

Perilaku dengan akhlak tak terpuji sebagai pelakor memang sebuah kesalahan, baik itu yang melakukan pakai kerudung atau enggak, semua sama dosanya. Perintah berkerudung dan berpakaian menutup aurat adalah kewajiban yang harus dikerjakan oleh muslimah yang sudah baligh. Jika mereka yang sudah baligh tidak menutup aurat, maka mereka berdosa.
Jadi please, jangan lagi membuat perbandingan antara berkerudung tapi bermaksiat dengan tak berkerudung tapi berakhlak baik. Sebab antara berkerudung dan berakhlak baik keduanya sama-sama perintah Allah SWT. Sedangkan tidak menutup aurat dan bermaksiat juga sama-sama mengundang murkanya Allah SWT.

Pemahaman yang seolah membenarkan tak berkerudung lebih baik dari pada berkerudung tapi pelakor memanglah wajar merebak di sistem kehidupan kapitalisme seperti sekarang ini sob. Karena semua urusan dunia dipisahin total dari urusan serta aturan agama.

Mereka yang berkerudung tapi jadi pelakor bisa terjerumus ke dalam kemaksiatan karena sistem pergaulan bebas yang sudah membumi di negeri ini. Aktivitas yang bercampur baur antara laki-laki dan perempuan yang tidak disertai mahramnya bisa memperbesar peluang perzinaan.

Dalam Islam, hukum asal pergaulan antara laki-laki dan perempuan adalah terpisah. Selain itu diperintahkan pula bagi perempuan untuk menutup aurat ketika keluar rumah dan menundukkan pandangan bagi laki-laki. Itu semua dalam rangka mencegah kemaksiatan dan menghindarkan kaum Muslim dari perbuatan mendekati zina.
So, jadilah muslimah yang berakhlaqul karimah, mengkaji Islam secara kaffah agar paham bagaimana Islam mengatur tentang kehidupan ini.