Bukan tanda kiamat, ternyata banjir di Pekalongan berwarna merah darah cuma gegara ini

5 views

Hasil gambar untuk Bukan tanda kiamat, ternyata banjir di Pekalongan berwarna merah darah cuma gegara ini

Bukan tanda kiamat, ternyata banjir di Pekalongan berwarna merah darah cuma gegara ini. Foto: Twitter
Jagat media sosial diramaikan dengan sebuah unggahan yang memperlihatkan kondisi banjir di Pekalongan, pasalnya air menggenang di sana berwarna merah seperti darah. Usut punya usut ternyata cuma gara-gara masalah sepele yang jadi penyebabnya.

Umumnya, banjir yang menggenang di berbagai wilayah Indonesia berwarna coklat lantaran air sungai yang meluap di sekitarnya berwarna keruh akibat lumpur yang mengendap.

Berbeda dari kebanyakan, baru-baru ini banjir di Pekalongan, Jawa Tengah menghebohkan banyak orang lantaran warna airnya cenderung kemerahan seperti darah.

Peristiwa unik nan langka itu diunggaj oleh akun jejaring media sosial Twitter @AREAJULID.

Dalam captionnya dia menjelasakan bahwa banjir di rumahnya jauh berbeda dari kebanyakan bencana banjir yang ada di tanah air.

Bahkan dia menegaskan kalau foto yang diunggahnya itu bukanlah editan seperti layaknya informasi hoaks yang beredar. Lantas apa ya penyebabnya, kok bisa berwarna merah?

Nah ternyata warna merah yang dihasilkan dalam banjir tersebut hanya karena air banjir tercampur dengan pewarna merah pada batik. Bahkan terkadang, banjir di sana berwarna ungu lho Hopers.

“Dis! Banjir di daerah ku, no edit-edit. Ini pas banget banjir jadi warnanya merah gegara ke campur pewarna batik. Kadang suka ada genangan air warna ungu juga di jalan,” cuit akun @AREAJULID, dikutip Hops pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Dalam keterangan selanjutnya, ternyata banjir berwarna merah itu dikisahkan oleh salah satu pengikut dari akun @AREAJULID.

Terlihat dalam foto maupun video yang beredar, tampak banjir setinggi lutut orang dewasa menggenang di salah satu wilayah Pekalongan. Warga setempat dengan santainya menghiraukan warna tersebut, lantaran mungkin sudah biasa.

Sebagaimana diketahui, Pekalongan adalah salah satu daerah di Indonesia yang dikenal sebagai penghasil batik kualitas jempolan.

Tidak heran warga setempat meneruskan budaya dan pekerjaan leluhurnya secara turun-temurun hingga saat ini. Makanya saat banjir tiba, genangan berwarna merah itu disebabkan oleh pewarna batik yang digunakan warga dan pengusaha kain kerajinan batik setempat.

Sontak unggahan banjir di Pekalongan berwarna merah seperti darah itu menuai berbagai komentar dari warganet penghuni Twitter.

“Jujur gw jadi taku kalo poto ini nyampek ke tangan parah penyebar hoax. Takut jadi narasi tentang tanda-tanda kiamat, hujan darah dll, ketik 1 agar selamat dari akhir zaman, ketik 2 untuk unreg,” balas akun @nightlightsub_.

“Astafirullah lihatlah banjir ini berwarna merah spt darah.semoga ini bukan azab dan peringatan Tuhan. Ketik 1 agar kita dilindungi Tuhan,” ujar akun @Ipurbayaaa memparodikan berita hoaks.

“Kalau seperti saya ini bisa laporan kemana ya? Soalnya dirumahku air pake sumur dan dekat dg produksi batik, kalau hujan dan banjir, entah kenapa air sumur berwarna biru/ungu. Padahal kalau musim kemarau airnya bening, dan kejadian baru 2 tahun ini,” imbuh akun @SRosvita_O.

Dis ! Banjir didaerah ku, no edit edit. Ini pas banget banjir jadi warnanya merah gegara ke campur pewarna batik. Kadang suka ada genangan air warna ungu juga di jalan pic.twitter.com/MmNVYmXQyT

— AREA JULID (@AREAJULID) February 6, 2021