Cerita Pengantin Bermahar Sandal Jepit dan Segelas Air, Si Gadis Minta Nikah Duluan

Pernikahan di Lombok, Nusa Tenggara Barat mendadak viral lantaran pengantin pria menggunakan maskawin sandal jepit dan segelas air putih. Kejadian tersebut terjadi di Desa Braim, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah, Jumat, 3 Juli 2020.

Pasangan Yudi (40 tahun) menikahi Helmi yang jauh lebih muda 20 tahun dari usianya. Permintaan mahar sandal jepit dan segelas air putih itu datang dari sang istri.

Yudi yang dihubungi mengatakan, sandal jepit tersebut telah dipajang dan menjadi kenangan yang nantinya akan dilihat oleh anak mereka.

“Sandal jepit dipajang untuk dilihat sama anak nanti. Enggak langsung dipakai, jadi pajangan,” kayanya dihubungi Viva.co.id, Sabtu, 4 Juli 2020.

Yudi merupakan seorang youtuber yang memiliki channel bernama Yudi Anggata. Channel YouTube miliknya memiliki subscribers 22,8 ribu. Channel tersebut diisi dengan klip musik Sasak (tradisional Lombok).

“Profesi harian jadi youtuber. Chanel Yudi Anggata, sudah 22,800 ribu subscribe,” katanya.

Sang istri, Helmi mengatakan awal perkenalan dengan sang suami bermula saat ia merantau di Arab Saudi selama tiga tahun. Kerinduan akan Lombok, membuatnya menghibur diri dengan menikmati musik Sasak di YouTube. Ia kemudian menjadi subscribers Yudi dan aktif berkomentar.

“Dulu aku komen di videonya. Terus lanjut di Facebook. Dulu jadi subscribers,” kata Helmi.

Saat balik dari rantauan, Helmi tidak sengaja bertemu Yudi saat suaminya itu membuat konten di Desa Tetebatu Lombok Timur.

“Tiga tahun di Arab Saudi. Kenalan di Arab Saudi video call telpon tapi pas saya pulang dia enggak tahu, tiba-tiba diketemukan sama teman,” ujarnya.

Ia mengatakan, Yudi yang saat ini telah tiga kali menikah itu saat pertama ketemu sangat cuek. Helmi selalu aktif menanyakan kabarnya.

“Bang Yudi awalnya cuek, saya inbox di Facebook enggak direspon, cuek. Eh tiba-tiba ketemu. Saya tahu oh ini pasti Yudi Anggata, saya nyapa duluan,” ungkap Helmi.

Setelah mereka akrab, Helmi mengajak Yudi menikah. Bahkan dia rela meminta mahar yang tidak memberatkan suaminya. Karena sang suami hanya menjadi youtuber.

“Saya yang minta nikah. Ini enggak nyangka bakalan viral,” katanya.

“Kemauan saya. (Minta mahar) segelas air putih buat dirasain langsung diminum.”

Ke depannya, Helmi akan membantu mengembangkan channel YouTube sang suami, dengan menjadi model. Helmi juga akan mengikuti langkah sang suami dengan membuat channel YouTube.

“Saya akan bikin konten tentang mikeup dan masakan,” ujarnya.
Gadai Handphone

Usai menikah, Yudi yang saat ini dengan kondisi ekonomi serba terbatas akibat pandemi terpaksa menggadai Hp untuk kebutuhan mereka.

Ia menggadai Hp Rp800 ribu untuk kebutuhan sehari-hari bersama Helmi sang istri.

]

“Hp saya gadaikan Rp800, untuk menyelesaikan masalah,” katanya.
Sementara sang istri menerima Yudi apa adanya. Bahkan ia tidak merespon komentar di media sosial yang menganggap pernikahan mereka hanya sebuah sensasi. (red)