Drone Tempur China Laris Manis Dipakai Militer Dunia, RI Sudah Punya 8 Unit

Cina Pamerkan 4 Drone Serang Baru, Bisa Angkut 700 Kg Rudal - Tekno Tempo.co

Liputan.co – Drone tempur buatan China kini mulai menguasai pasar militer dunia. Dibuat oleh Aviation Industry Corp of China (AVIC), perusahaan pelat merah China ini sepanjang periode 2010-2020 telah mengirimkan drone tempur sebanyak 220 unit ke pemesannya di berbagai negara.

Dikutip dari Bloomberg Businessweek, Minggu (21/3), AVIC menduduki peringkat ke-6 dunia sebagai produsen penyuplai helikopter, jet tempur hingga drone militer. Peringkat ke-1 hingga ke-5 masih dipegang oleh produsen peralatan militer asal Amerika Serikat (AS). Merujuk data Stockholm International Peace Research Institute (Sipri), AVIC China telah mengekspor USD 22,5 miliar peralatan militer seperti drone sepanjang 2019.

Melesatnya peringkat AVIC sebagai produsen alutsista dunia, tak lepas dari harga yang ditawarkan. Harga drone buatan AVIC misalnya, lebih murah dari harga pesaingnya seperti drone buatan Israel dan AS. Sebagai ilustrasi, harga 1 unit drone tempur buatan China (CH-4) dibanderol pada kisaran USD 1 juta hingga USD 2 juta per unit, sementara drone sejenis buatan Amerika bisa dijual seharga USD 15 juta per unit.

China juga tidak mendikte dan tak memberikan syarat khusus dari setiap penjualan drone tempur kepada negara pembeli.

Drone Tempur China Laris Manis Dipakai Militer Dunia, RI Sudah Punya 8 Unit (1)

“China memiliki keinginan menjual drone tempur ke hampir semua negara,” kata Pengamat Kebijakan dari Komite Uni Eropa, Ultike Franke seperti dikutip dari Bloomberg Business Week.

AVIC sendiri telah menjual drone Wing Loong (CH) ke negara seperti Mesir, Pakistan, Myanmar, Sudan, Irak, Arab hingga Serbia. Drone buatan China juga membantu militer Nigeria melawan group teroris Boko Haram. Menurut data Sipri dan Lembaga Kajian Pertahanan Strategis, Indonesia telah menerima 8 unit drone tempur CH-4 buatan China. Drone yang dipesan tahun 2017 itu telah dikirim ke militer Indonesia pada periode 2019-2020.