Dua Siswa Dikeluarkan dari Sekolah Hanya karena Pakai Masker Jerawat

Dua Siswa Dikeluarkan dari Sekolah Hanya karena Pakai Masker Jerawat

California – Dua orang siswa sekolah menengah atas (SMA) di Amerika Serikat dikeluarkan karena dituduh melakukan aksi rasisme. Sekolah Katolik Santo Fransiskus di Mountain View, California, mengeluarkan dua orang siswa mereka karena melakukan aksi rasisme dengan memakai masker jerawat warna hitam.

Mengutip NBC News, dua orang siswa berinisial AH dan HH tak menyangka bahwa mereka akan dikeluarkan dari sekolah dengan tuduhan melakukan rasisme. Dua orang siswa itu dikabarkan memakai masker jerawat warna hitam dengan maksud mengejek orang yang berkulit hitam.

Dengan hal itulah, pihak sekolah mengultimatum AH dan HH untuk segera keluar dari sekolah atau dikeluarkan. Pasalnya, dua orang siswa laki-laki itu disebut melanggar peraturan sekolah dengan melakukan rasisme meski karena memakai masker jerawat warna hitam.

Dalam foto yang beredar di media sosial, AH dan HH berfoto bersama dengan seorang temannya dari sekolah lain saat memakai masker jerawat warna hitam. Padahal, masker itu disebut merupakan warna hijau bukan hitam.

Meski terlihat seperti warna hitam dan telah menjelaskannya kepada pihak sekolah, dua orang siswa tersebut tetap saja dipaksa keluar atau dikeluarkan dari sekolah. Lantas, merasa tak terima, keluarga dari dua orang siswa tersebut melakukan melakukan gugatan ke pengadilan.

Foto yang mereka unggah pada Agustus 2017 itu disebut merupakan masker jerawat warna hijau gelap. Dua orang siswa tersebut juga menjelaskan bahwa mereka memiliki jerawat parah hingga kemudian memakai masker wajah untuk mengobati jerawat.

“Tuntutan hukum ini adalah upaya kami untuk menebus nama dan reputasi kami, dan untuk mengoreksi catatan agar mencerminkan kebenaran dari apa yang sebenarnya terjadi. Sebuah foto dari peristiwa tak berdosa ini diambil dari ketidakjelasan dan sangat disalahartikan selama puncak kerusuhan sosial nasional,” ucap pihak keluarga seperti dikutip dari NBC News.

Tak hanya itu, mereka juga menegaskan bahwa anak mereka tidak bermaksud atau berkeinginan menghina warna kulit meski mereka merupakan kaum kulit putih. Hingga demikian, pihak sekolah dituduh telah mengambil keputusan yang salah dan berlebihan.

“Anak laki-laki kami tidak pernah terlibat dalam masalah ‘blackface’, juga tidak berniat melakukannya atau meniru melakukan rasisme. Baik AH maupun HH bahkan tidak menyadari istilah ‘blackface’, apalagi artinya atau dampaknya,” ucapnya lagi.

Oleh karena itu, pihak keluarga dari dua orang siswa tersebut menuntut Sekolah Santo Fransiskus Mountain View, California, 20 juta dolar atau sekitar Rp286 miliar karena telah menuduh anak mereka melakukan rasisme dan mengeluarkan dari sekolah.