Duh ! Guru di Cilincing Cabuli Anak Didiknya di Kontrakan

Image result for Guru di Cilincing Cabuli Anak Didiknya di Kontrakan

Jakarta – Aksi pencabulan terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Jakarta Utara . Kali ini seorang guru sekaligus pemilik yayasan SBOP berinisial MTP alias Nae (41) yang tega mencabuli anak didiknya di kontrakan.

Aksi bejad Nae pun terendus setelah salah seorang korban mengadukan tindakan cabul yang dilakukan pelaku kepada orang tuanya.

Pemilik kontrakan, Ida (47) menuturkan, adanya tindak cabul yang dilakukan oleh Nae membuat warga sekitar kaget. Pasalnya, selama ini pelaku dikenal baik karena memberikan pelajaran secara gratis.

“Kaget saya waktu pas polisi tiba-tiba datang, nyariin bang Nae (panggilan akrab pelaku),” ujar Ida saat ditemui di lokasi wilayah Cilincing, Senin (22/2/2021).

Menurut Ida, Pelaku sudah menempati rumah kontrakan selama 3 tahun. Dan kontrakannya dipakai untuk belajar.

“Sudah 3 tahun dia di sini, katanya sih dia duda enggak punya anak asal Medan dan kerjaannya kasih belajar anak-anak di sini,” jelas Ida.

Sementara itu, Jaya (51) warga sekitar lainnya menuturkan, pelaku memang dalam kesehariannya sering memberikan pelajaran bagi anak-anak di lingkungan sekitar.

“Biasanya bang Nae itu kasih anak-anak pembelajaran tambahan, mayoritas anak-anak yang tinggal di sini, jadi ada gurunya dan juga tempat serta fasilitas internet,” ucap Jaya.

“Bang Nae ditangkap kemaren pas lagi ngajar, saya cuma nganterin polisi aja jam 10 pagi,” lanjutnya.

Dari informasi yang didapat Jaya mengungkapkan, korban cabul sudah lama mengikuti pelajaran tambahan.

Kelakuan bejad pelakupun terungkap setelah polisi datang atas laporan salah satu korban atau muridnya mengadukan kepada orang tuanya.

“Korbannya berumur 6 tahun ngadu sama orang tuanya. Terus lapor ke polisi,” terangnya.

Adapun berdasarkan informasi dari masyarakat, Pelaku mendirikan sebuah yayasan di kontrakannya. Dimana yayasan tersebut sebagai wadah untuk memberikan pelajaran tambahan untuk anak sekolah maupun yang tidak mampu.