Durhaka, Anak Habisi Nyawa Ayah dan Ibunya karena Kesal Dipaksa Bangun Tidur

8 views
Tim penyelam mencari jenazah Peter Neumair dan Laura Perselli yang dibunuh anak mereka lalu dibuang di Sungai Adige, Italia (Foto: Newsflash)

Tim penyelam mencari jenazah Peter Neumair dan Laura Perselli yang dibunuh anak mereka lalu dibuang di Sungai Adige, Italia (Foto: Newsflash)

Liputan.co – Seorang pria di Italia tega membunuh ayah dan ibunya karena kesal dipaksa bangun tidur serta mengajak jalan anjing peliharaan.

Pelaku, Benno Neumair (31), ditangkap polisi di Bolzano, setelah menghubungi petugas telah membunuh orangtuanya, Peter Neumair dan Laura Perselli.

Jenazah Laura ditemukan oleh penyelam di Sungai Adige. Hasil pemeriksaan menunjukkan ada luka bekas cekikan di leher korban. Sementara itu jenazah Peter belum ditemukan meski ada bekas darah di jembatan dekat lokasi penemuan jenazah Laura.

Benno, yang merupakan instrukur gym, mengaku kepada polisi telah menghabisi orangtuanya. Awalnya dia membunuh ayahnya setelah bertengkar tak terima dipaksa bangun.

“Ayah menyebut saya gagal. Saya hanya ingin ketenangan, jadi saya membungkamnya,” ujar Benno, dikutip dari The Sun, Selasa (23/3/2021).

Setelah pertengkaran dia sempat kembali ke kamar untuk menghindari cekcpk lebih lanjut, namun sang ayah mendatanginya lagi.

Peter terus membangunkan Benno dari tempat tidur dan memaksa dia mengerjakan tugas rumah tangga yakni mengajak jalan anjing. Karena kesal, Benno mencekik ayahnya agar tak lagi dimarahi.

“Saya mengambil tali dari tempat peralatan. Kami berada di lorong dan jatuh bersamaan ke lantai. Saya hanya ingat saya menariknya sangat kuat,” ujarnya.

Benno melanjutkan, saat itu ibunya sedang pergi. Begitu tiba di rumah, ibunya juga dicekik menggunakan tali yang sama. Dia lalu membuang jenazah orangtuanya ke sungai dengan dilempar dari jembatan.

Setelah itu dia menghubungi polisi dan mengaku telah membunuh orangtuanya yang ditindaklanjuti dengan penangkapan.

Dia sekarang dipenjara di Bolzano atas tuduhan pembunuhan dan menyembunyikan jenazah korban.