Harta Karun di Laut Indonesia Capai Miliaran Dolar

3 views

Laut Indonesia simpan 322 titik lokasi harta karun | merdeka.com

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali mengizinkan perusahaan swasta dalam dan luar negeri untuk melakukan aktivitas pengangkatan harta karun atau Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) di bawah laut Indonesia.

Lalu berapa nilai potensi ekonomi harta karun tersebut?

Menurut catatan pada 2016, Asosiasi Perusahaan Pengangkatan dan Pemanfaatan Benda Muatan Kapal Tenggelam Indonesia (APPP BMKTI) mengatakan ada 464 titik lokasi kapal karam di lautan Indonesia. Nilainya diperkirakan mencapai US$12,7 miliar dolar.

Harta karun itu merupakan kapal-kapal Portugis, Belanda, dan Cina dari periode 1500-1800. Kapal-kapal itu tenggelam ketika melintasi perairan Indonesia, yang merupakan jalur perdagangan utama dunia.

Sementara, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat ada 134 lokasi kapal tenggelam di Pelabuhan Ratu Jawa Barat dan 37 lokasi di Selat Malaka. Angka ini hanya sebagian kecil saja.

Kementerian Kelautan dan Perikanan juga telah mengindentifikasi lokasi-lokasi harta karun yang berasal dari Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) di laut Indonesia.

“Itu ada di Selayar, Kelarik, Cirebon, ada Anambas, 463 titik yang teridentifikasi, itu termasuk juga yang nantinya akan kita lihat,” kata Brahmantya saat acara Refleksi 2016 dan Outlook 2017 Ditjen Pengelolaan Ruang Laut di Gedung Mina Bahari III, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa lalu (10/7/2016).

Jokowi sebelumnya menetapkan harta karun menjadi bidang usaha tertutup lantaran mempertimbangkan aturan di UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Dalam beleid itu tertulis bahwa harta karun masuk sebagai benda cagar budaya yang menjadi tanggung jawab pemerintah.

Harta karun yang dimaksud, yaitu barang peninggalan sejarah di kapal yang karam di bawah laut. Bisa juga berupa barang purbakala hingga barang yang bisa dibangun kembali.

Selama ini dasar laut Indonesia dikenal kaya dengan kapal-kapal kuno yang karam dan menyimpan harta karun berupa benda berharga seperti emas dan lainnya.