Heboh Balita Perempuan Meninggal Kelaparan Ditinggal Ibu yang Kabur dengan Pria Lain

Ibunya Pergi dengan Laki-laki Lain, Bayi 3 Tahun Mati Kelaparan di Rumah Kosong - Tribun Manado

Liputan.co – Jenazah seorang anak perempuan berusia 3 tahun ditemukan di rumah kosong Kota Gumi, Korea Selatan. Polisi menyebut gadis tersebut ditinggal begitu saja oleh ibunya yang kabur dengan pria lain. Korban dibiarkan kelaparan selama lebih dari 6 bulan hingga meninggal dunia.

Jenazah balita itu ditemukan pada 10 Februari. Polisi sudah menangkap ibunya, Kim (22), keesokan harinya.

Dia tega meninggalkan anaknya karena membenci balita itu yang lahir dari pernikahannya dengan mantan suaminya, Hong, seperti dikutip dari The Sun, Kamis (18/3/2021).

Kim dan Hong bercerai pada April 2020, semenjak itu dia memilih hidup dengan pria lain dan memutuskan meninggalkan balita malang tersebut. Namun, fakta mengejutkan terkuak dalam kasus yang menghebohkan Korsel itu.

Heboh Balita Perempuan Meninggal Kelaparan Ditinggal Ibu yang Kabur dengan Pria Lain
Seok ditangkap polisi, diduga ibu biologis dari balita 3 tahun yang tewas kelaparan (Foto: NewsFlash)

Polisi mengungkapkan awal pekan lalu bahwa hasil tes DNA menunjukkan Kim ternyata bukan ibu dari gadis manis itu, melainkan kakak perempuannya. Sosok perempuan yang selama ini disebut sebagai neneknya, Seok (49), ternyata ibu kandung korban.

Seok sempat menghadiri persidangan awal pada Kamis (11/3/2021) untuk membantu proses penyelidikan polisi.

Namun Seok membantah temuan polisi dan bersikeras bahwa balita itu bukan anaknya. Dia menyebut hasil tes DNA itu palsu.

Polisi telah menahan Seok. Dalam penyelidikan awal, polisi menduga Seok dan Kim sama-sama melahirkan bayi dalam waktu berdekatan, namun bayi mereka sengaja ditukar setelah lahir. Keberadaan bayi lainnya belum diketahui.

Kecurigaan muncul karena kelahiran balita 3 tahun itu tidak pernah didaftarkan ke pemerintah. Polisi juga mengatakan, suami Seok ternyata bukan ayah biologis balita tersebut. Identitas ayah kandungnya sedang ditelusuri.

Undang-undang pelecehan anak Korsel yang dikenal sebagai Jung In Act telah diamandemen dan disahkan oleh parlemen pada 26 Februari lalu. Pelaku penganiayaan anak dapat dijerat dengan hukuman mati.