Innalilahi Ya allah. Lama Tak Terlihat Di TV: Kabar Duka Datang Dari Ustadz Maulana

Sebelumnya, sang istri ternyata sempat dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Rencana untuk membawa sang istri ke Malaysia untuk pengobatan lebih lanjut pun kandas. Tuhan lebih memilih mengambil sang sitri lebih dulu.

“Kanker usus ini sudah ditemukan pada September 2018, tapi sudah ada sejak tujuh tahun yang lalu. Istri saya tidak mau dioperasi dan di Malaysia ada rumah sakit yang bisa menangani penyakit ini dengan laser tanpa operasi. Rencananya Senin, hari ini (21/1/2019), saya dan istri pergi ke Malaysia, dia justru berpulang ke Rahmatullah. Kita antar ke tempat peristirahatannya,” tutur Ustadz Maulana pada Okezone, seperti tercatat dalam pemberitaan Senin dini hari.

Belajar dari kasus meninggalnya istri Ustadz Maulana, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan terkait penyakit yang satu ini.

“Semakin dini ditemukan semakin baik prognosisnya. Jika kasus kanker usus besar ini ditemukan pada stadium awal maka harapan hidup 5 tahunnya mencapai 92 %, sebaliknya jika kanker usus ini ditemukan pada stadium IV atau lanjut maka harapan hidup 5 tahunnya hanya tinggal 12 %,” katanya melalui pesan WhatsApp pada Okezone.

Gaya hidup menjadi salah satu penyebab kenapa kanker usus besar tetap bertahan sebagai penyebab utama kematian dan angka kejadian terus meningkat di tengah masyarakat.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini melanjutkan, dalam prakteknya sehari-hari, kasus kanker usus sudah umum ditemukan. Saat ini bahkan kasus-kasus baru yang ditemukan pada usia yang lebih muda. Faktor genetik merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker usus besar, tetapi gaya hidup merupakan hal yang utama.

https://m.tribunnews.com/