Isi Surat Wasiat Pelaku Bom Gereja Katedral Makassar: Pamitan dan Siap Mati Syahid

Terungkap! Ini Foto Terduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Makassar, Pakai Cadar Hitam | Indozone.id

Liputan.co – Pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar disebut Polri sebagai pasangan suami istri. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo lantas mengungkapkan bahwa tersangka pria yang berinisial L telah membuat surat wasiat yang ditujukan kepada orangtuanya.

“Saudara L sempat meninggalkan surat wasiat kepada orangtua,” ungkap Listyo dalam jumpa pers di Mapolda Sulawesi Selatan pada Senin (29/3). “Isinya mengatakan bahwa yang bersangkutan berpamitan dan siap mati syahid.”

Pihak kepolisian juga telah melakukan identifikasi terhadap pelaku bom ini. Termasuk dengan melakukan tes DNA di Laboratorium Forensik.

“Identik bahwa pelaku yang laki-laki betul bernama saudara L dan ini sudah kami cocokkan dengan keluarganya. Sedangkan yang perempuan adalah saudara YSF,” jelas Listyo. “Sudah sudah kita identifikasi, identik dengan sidik jari yang kita dapatkan.”

Sebagai informasi, insiden ini terjadi di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3) sekitar pukul 10.28 WITA. Ledakan terjadi kala misa Minggu Palma baru selesai digelar.

Pelaku yang terdiri dari dua orang dilaporkan berboncengan dengan sepeda motor dan berupaya menerobos masuk ke dalam gereja. Namun upaya tersebut sempat dihadang oleh satpam gereja, sehingga ledakan tidak sampai terjadi di dalam area gereja.

Sebelumnya, pihak kepolisian juga telah menggerebek kontrakan yang diduga dihuni oleh pasangan suami istri pelaku bom bunuh diri tersebut. Ada dua rumah yang digerebek oleh polisi, yakni milik ibu L, dan yang kedua adalah punya sang pelaku sendiri.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Boy Rafli Amar, mengungkapkan bahwa polisi juga telah menangkap pihak yang memberikan dukungan kepada pelaku. Jumlah tersangka baru yang ditangkap terkait pengembangan kasus ini mencapai 2-3 orang. Mereka pun disebut berada dalam jaringan yang sama, yang sejauh ini diduga merupakan bagian dari Jamaah Ansharut Daulat (JAD) yang berafiliasi pada Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).