Jokowi: Indonesia Per Hari Ada 9 Bencana, Ranking Tertinggi Kawasan Bencana

Jokowi: Indonesia Per Hari Ada 9 Bencana, Ranking Tertinggi Kawasan Bencana (2)

Jakarta – Presiden Jokowi mengungkapkan Indonesia menduduki peringkat tertinggi dari 35 negara sebagai negara dengan risiko rawan bencana tertinggi di dunia. Bahkan selama tahun 2020, BNPB mencatat ada 3.253 kejadian bencana di Indonesia.
“Tadi Pak Doni Monardo telah menyampaikan setahun kemarin saja kita menghadapi 3.253 bencana. Per hari 9 bencana,” kata Jokowi saat membuka Rapat Kerja Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2021 di Istana Negara, Rabu (3/3).

Menurut Jokowi, angka tersebut menjadi ujian dan tantangan bagi Indonesia dalam menghadapi segala jenis bencana ke depan. Apalagi, risiko kebencanaan di Indonesia tinggi karena jumlah penduduknya besar.
“Kita menduduki ranking tertinggi kawasan bencana karena jumlah penduduk kita juga besar. Sehingga risiko jumlah korban yang terjadi apabila ada bencana juga sangat besar,” tuturnya.

Jokowi pun meminta jajarannya tidak hanya sibuk membuat aturan, tapi juga fokus pada pelaksanaannya yang di lapangan. Apalagi yang dinanti-nantikan masyarakat adalah praktik di lapangan.

“Misalnya ini urusan berkaitan gempa, standar bangunan tahan gempa, fasilitas umum dan fasilitas sosial. Hal seperti ini harus dikawal dalam pelaksanaannya, harus diikuti audit ketahanan bangunan agar betul-betul sesuai dengan standar sehingga kalau terjadi lagi di daerah itu, korban yang ada bisa diminimalisir dan segera koreksi, dan penguatan apabila tidak sesuai dengan standar-standar yang ada,” jelasnya.

Jokowi juga meminta kebijakan mengurangi risiko bencana harus benar-benar terintegrasi dari pusat sampai daerah. Jokowi tidak ingin ada ego sektoral atau ego daerah dalam menerapkan kebijakan tersebut.
“Semuanya terintegrasi, benar-benar terintegrasi, semuanya saling mengisi, saling menutup. Tidak boleh ada yang merasa ini bukan tugasnya, bukan urusan saya. Hati-hati ini bencana. Berbeda dengan hal-hal yang normal,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi juga menyoroti sistem peringatan dini yang harus berfungsi dengan baik. Ia ingin sistem peringatan dini terus dicek agar bekerja dengan cepat, dengan akurat, dan kecepatan responsnya terus ditingkatkan.
“Semua rencana kontigensi dan operasi saat tanggap darurat adalah kunci menyelamatkan dan mengurangi jatuhnya korban. Sangat penting sekali,” tegasnya lagi.

Yang terakhir, Jokowi menekankan pentingnya edukasi dan literasi kebencanaan masyarakat mulai dari lingkup sosial yang paling kecil, yaitu keluarga.
“Melakukan simulasi bencana secara rutin di daerah-daerah yang rawan bencana sehingga warga semakin siap menghadapi bencana yang ada,” pungkasnya.