Ketua PBNU: Ramadhan Masih Pandemi, Tarawih dan Bukber dengan Prokes Ketat

Kemenag Imbau Salat Tarawih dari Rumah & Salat Idulfitri Ditiadakan - Tirto.ID

Liputan.co – Ramadhan 2021 yang akan berlangsung sekitar 2 minggu lagi, masih harus dijalani umat Islam dalam kondisi pandemi COVID-19. Namun, program vaksinasi dan kesadaran akan protokol kesehatan membuat ibadah di masjid lebih mungkin dilakukan.

Ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), Marsudi Syuhud, menyebut penerapan protokol kesehatan demi mencegah terjadinya penyebaran menjadi kunci dalam Ramadhan kali ini.
“Ini kan puasa masih dalam pandemi COVID-19 puasa yang setiap tahunnya akan kita laksanakan masih dalam kondisi COVID dan masih dalam melakukan usaha-usaha vaksin,” kata Marsudi, Selasa (30/3).

Sepanjang menerapkan protokol kesehatan, dia menjelaskan tak menjadi masalah melakukan kegiatan keagamaan seperti salat tarawih di masjid.

“Karena masih kondisi pandemi. Salat tarawih pun dengan aturan COVID-19 dengan protokol,” ujarnya.
Termasuk pula dalam berbuka puasa bersama di masjid. Dia menganalogikan hal itu dengan buka puasa di restoran. Asalkan, protokol kesehatan diterapkan secara ketat.

“Iya yang penting protokol kesehatan. Di restoran kan juga buka juga sekarang ya kan, tapi kan di restoran juga buka dengan cara protokol kan. Ya sama aja. Tetap pada protokol kesehatan,” tuturnya.
Di sisi lain, meski puasa pada tahun ini dilakukan dengan keterbatasan karena pandemi, dia meminta masyarakat Indonesia tetap bersyukur hingga tak berhenti untuk terus berbuat kebaikan.

“Saya harapkan tak sekadar untuk ibadah puasa untuk dirinya sendiri, tapi juga melakukan lebih banyak ibadah sosial yang manfaatnya untuk orang lain diperbanyak,” katanya.

“Sedekah diperbanyak, membantu orang lain diperbanyak. Nah selain ibadah puasa yang sifatnya individu-individu, ditambah dengan ibadah sosial,” ujarnya.

Ketua PBNU lain, Robikin Emhas, menambahkan PBNU saat ini masih menyusu panduan terkait Ramadhan 2021. “Masih mau akan dirapatkan, masih akan dibicarakan di rapat,” tuturnya.

Sebelumnya, pada tahun lalu puasa juga dilakukan pada masa pandemi COVID-19, namun dalam kondisi lebih mengkhawatirkan sehingga baik MUI maupun ormas Islam mendorong agar semua ibadah dilakukan di rumah.