Kisah Arwah Seorang Ayah yang Pakai Pesugihan, Datangi Anaknya di Malam Jumat

3 views

Ternyata Ini Alasan Malam Jumat Kliwon Dianggap Keramat

Liputan.co – Malam Jumat selalu dihubungkan dengan kejadian mistis. Kepercayaan ini praktis membuat banyak orang merasa was-was. Di malam yang konon bisa dengan mudah memanggil makhluk gaib itu, beberapa orang menganggap bahwa lelembut seperti kuntilanak, wewe gombel, atau genderuwo akan datang, mencelakakan orang yang menjadi sasaran mereka.

Hal tersebut, amat sayang, juga dialami oleh seorang ojek online yang, sebut saja namanya, Deo. Di suatu malam ketika ia telah lelah mencari penghasilan dari pekerjaan itu, terjadi suatu hal yang berada di luar nalar pikirnya.
Karena kelelahan, Deo lalu memutuskan untuk mampir membeli semangkuk mi ayam sebelum sampai ke rumah. Saat itu, lantaran bekerja seharian, ia memang amat kelaparan. Keringatnya mengucur deras. Jaket ojek online yang ia pakai juga membuatnya amat pengap.

Dengan perut yang sudah amat keroncongan, Deo memakan mi ayam dengan lahap. Tak membutuhkan waktu hingga 15 menit, ia telah menuntaskan semangkuk mi ayam itu, menghabiskannya bahkan hingga tetes kuah terakhir.
Namun, setelah selesai makan itulah, sesuatu yang di luar nalar didapati Deo dengan mata kepalanya sendiri. Dan itu membuat sekujur badannya merinding juga amat ketakutan.

Sesaat setelah hendak beranjak dari kursi warung dan membayar, Deo dikejutkan dengan suara mangkuk yang bergerak sendiri. Padahal, oh, astaga, ia amat yakin bahwa hanya ialah satu-satunya orang yang sedang makan di warung itu.
Lebih mengagetkannya lagi, di tempat mangkuk itu berada seharusnya, Deo menemukan beberapa lembar uang ratusan ribu. Ketakutannya mulai berangsur-angsur hilang, melihat uang yang cukup banyak baginya itu ada di depan mata.
Maka, dengan menepis ketakutannya sendiri dan tak berniat untuk menceritakan apa yang baru saja ia dapati pada pemilik warung, Deo lantas mengambil uang itu. Dimasukkannya uang itu ke dalam dompet.

Pekerjaan sebagai ojek online memang tak pernah memberi Deo banyak uang. Maka, di malam itu, meskipun tak tahu berasal dari mana, ia amat keranjingan karena menemukan beberapa lembar uang ratusan ribu.

Dengan niat untuk menyimpan uang itu, Deo lantas menuju ATM Setor Tunai terdekat. Pikirnya, dengan menyimpan uang itu di ATM, segala hal akan terasa lebih aman.
Namun, tak disangkanya, sampai di ATM, hal yang jauh lebih mengagetkan terjadi.
Ketika menengok saldonya, Deo mendapati uang yang ada di ATM miliknya telah bertambah berkali-kali lipat. Ia amat yakin dengan hitungan itu. Karena sepanjang ia memiliki ATM, uangnya tak pernah terlalu banyak sehingga tak membuatnya dapat mengingat-ingat.
Maka, setelah kaget mendapati uangnya bertambah di ATM, ditambah pula dengan uang yang ia temukan tiba-tiba di warung mi ayam tadi, batin Deo justru dirundung kegalauan. Ia berpikir, dengan apa yang baru saja menimpanya, apalagi saat itu ialah malam Jumat, sedang terjadi sesuatu yang tak beres.
Dilatarbelakangi kegelisahan itu, Deo memutuskan untuk mengambil semua uang dari ATMnya. Dan, itu memang benar-benar ia lakukan. Setelah mengambil semuanya, demi membuat hatinya tenang, ia memutuskan untuk menyumbangkan semua uangnya ke masjid terdekat.
*
Sepulangnya sampai di rumah, hati Deo kian tenteram. Ia lantas membersihkan diri dan tidur untuk beristirahat.
Dan ternyata, di mimpinya, ia mendapat jawaban atas apa yang membuat batinnya gelisah malam ini.
“Kamu lupa mengirim Yasin untuk Bapak.” Kata salah seorang pria di dalam mimpinya. Umurnya lebih dari 60 tahun.
Mendengar suara itu, Deo lantas bangun. Ia tahu, itu adalah suara ayahnya.
Ayah Deo adalah seorang bos pertambangan yang telah meninggal belasan tahun yang lalu. Semasa hidup, ia dikenal sebagai pria kaya raya.

Namun, suatu hari, seorang ustaz yang tinggal tak jauh dari rumah Deo membongkar semuanya: ternyata, uang yang selama ini didapat ayah Deo adalah hasil dari pesugihan. Dibukalah semua tabir rahasia yang telah lama disembunyikan oleh ayah Deo.

Akibat terungkap rahasianya itu, ayah Deo lantas stres. Ia jatuh sakit, menderita stroke, dan meninggal beberapa bulan kemudian. Dan setelah meninggal, di mimpi Deo, ayahnya hampir selalu datang membagi-bagikan uang, namun di saat yang sama meminta kiriman doa maupun Yasin untuk meringankan siksaannya di akhirat.
Dan, memang benar. Di malam Jumat itu, Deo kedatangan ayahnya sendiri, dalam bentuk hantu namun begitu tampak nyata dan mengerikan. Jika saja Deo nekat menyimpan uang gaib tadi, bisa saja ia harus menyusul ayahnya, jauh di alam yang berbeda sana.

Tulisan ini merupakan rekayasa. Kesamaan nama dan tempat kejadian hanya kebetulan belaka.