Kisah Haru Haji Bolot, Tidur di Kandang Kambing, Hingga Ditinggal Istri.

Kini Punya 140 Kontrakan, Bolot Pernah Tinggal di Bekas Kandang Kambing

Liputan.co – Bagi yang rajin menonton acara TV semisal Ini Talkshow di NET TV, pasti tidak asing dengan sosok komedian budeg. Dia adalah Muhammad Sulaeman Harsono atau dikenal sebagai Haji Bolot. Ternyata selain komedian kondang, ia adalah seorang pengusaha sukses.

Hal ini diungkapkan pada acara Okay Boss di kanal YouTube Trans 7 Official yang dipandu oleh Raffi Ahmad sebagai salah satu host. Pada acara tersebut, Bolot sempat ditanyai perihal kekayaannya oleh Raffi. Saat ditanyai soal kepemilikan kontrakan, rumah, dan mobil, Bolot menjawab dengan nada melawak. Ia mengatakan memiliki kontrakan 142 pintu, beberapa puluh rumah, dan 13 buah mobil.

Namun siapa sangka? Pelawak yang dikenal hanya bisa diajak bicara oleh wanita atau bicara soal uang ini pernah mengalami masa-masa sulit. Berbagai pengalaman pahit dari kerja serabutan, tinggal di tempat kurang layak, hingga ditinggal mantan istri, pernah dialaminya.

Saat masih bujangan, Haji Bolot tidak pernah melanjutkan sekolahnya sejak lulus Sekolah Rakyat (SR) atau setingkat Sekolah Dasar (SD). Ia justru memilih bekerja mencari nafkah. Saat itu, ia bekerja di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai buruh. Upah yang diperolehnya sekitar Rp 20 perak sehari.

Setelah menikah dan memiliki keluarga, pelawak kelahiran Bogor, 5 Maret 1942 itu disebut pernah tinggal di tempat bekas kandang kambing bersama dengan istri dan ketiga anaknya. Mirisnya, ia tinggal di tempat milik neneknya tersebut hingga 3 tahun.

“Bukan gue tidur di kandang kambing. Tapi, bekas kandang kambing punya nenek gue. Dari punya anak satu sampai anak dua. Pagernya pakai bambu yang jarang-jarang itu. Di situ hampir tiga tahunan lah,” kenang Bolot di salah satu acara stasiun TV Nasional 2019 lalu.

Di bekas kandang kambing tersebut jugalah saat dimana ia beserta ketiga anaknya ditinggal oleh mantan istrinya secara tiba-tiba. Terlebih, anak bungsunya baru berusia empat bulan.

“Pada waktu itu udah punya anak tiga. Gue baru bikin rumah gubuk yang bambu. Begitu gue pulang main lenong, istri gue (masih) ada nih. Begitu gue ke pasar, gue balik lagi tinggal anak gue aja tiga. Anak (berusia) empat bulan ditinggal sama yang lainnya,” ujarnya.

Saat itu pula, Bolot mencari istrinya hingga ke rumah mertuanya. Sayangnya, mertuanya malah memberikan perlakuan yang kurang mengenakkan. Kedatangannya tidak dianggap, bahkan anak bungsunya yang merupakan cucu mertuanya saja tidak disambut sama sekali. Bolot pulang dengan tangan hampa.

Namun setelah kejadian itu, Bolot bersumpah ketika ia sukses nanti, ia tidak akan melupakkan keluarganya. Ia berjanji akan berusaha untuk berbagi kebahagiaan dan rezeki kepada keluarganya. Akhirnya ia kembali memulai melanjutkan kariernya sebagai pelawak yang sudah ia jajaki sejak 1963.
Hingga kini, ia sukses menjadi salah satu pelawak paling sukses dan paling popular di Indonesia. Ciri khasnya dengan aksi pelawak budeg benar-benar digemari dan selalu berhasil mengundang gelak tawa meskipun kini usianya sudah sangat lanjut.

Di luar melawak, Pria yang Maret ini masuk usia 79 tahun tersebut ternyata juga seorang pengusaha sukses. Ia memiliki suatu kontrakan dan beberapa usaha lainnya. Menurutnya, menjadi artis tidak selalu dapat menjamin pendapatan. Terlebih lagi, masa pandemi Covid-19 kini menghambat aktivitas profesi tersebut.

Untuk itulah, ia membuka kontrakan sebagai penyangga hidupnya jika profesi sebagai artis kurang menguntungkan. Selain itu, kontrakan ini juga merupakan sebuah warisan yang nantinya akan ia serahkan kepada anak cucunya.
Selain itu, ia juga merupakan orang yang hemat. Ia selalu memikirkan prospek panjang dalam penggunaan uangnya. Ia tidak pernah membeli barang yang tidak ia butuhkan, terlebih jika ia sedang tidak punya uang. Ia lebih memikirkan uangnya untuk bisa dimanfaatkan oleh anak cucunya yang belum tentu sesukses dirinya.

Meskipun sudah sukses, Haji Bolot dikenal akan kesederhanaannya. Ia tidak pernah menyombongkan hartanya layaknya selebriti pada umumnya. Menurutnya selain karena agama melarang untuk menyombongkan diri, hidup dengan apa adanya itu jauh lebih baik.