Kisah Ibu di Demak yang Sempat Ditahan karena Dilaporkan Anak Kandungnya ke Polisi

2 views

Kisah Ibu di Demak yang Sempat Ditahan karena Dilaporkan Anak Kandungnya (1)

Liputan.co – Seorang ibu di Demak, Jawa Tengah yang bernama Sumiyatun (36), dilaporkan oleh anak kandungnya sendiri dengan tudingan KDRT ke Polres Demak. Anak yang melaporkan ibu kandungnya itu adalah Agesti Ayu Wulandari (19).

Sumiyatun mengatakan perkara ini berawal dari permasalahan keluarga mereka. Dia bercerai dengan suaminya beberapa waktu lalu. Dari hasil pernikahan dengan suaminya itu, lahirlah tiga anak.
Anak pertama, Agesti, ikut dengan ayahnya yang kini tinggal di Jakarta. Anak kedua Sumiyatun yang masih remaja dan anak ketiganya yang masih balita tinggal di Demak.

Pada Agustus 2020, Agesti sowan ke Demak. Dia awalnya hendak mengambil baju yang masih tersimpan di lemarinya. Namun ternyata, baju Agesti sudah dibuang semuanya oleh Sumiyatun.

“koe golek i opo klambimu wes tak buak wes tak bakar” (Kamu mencari apa, bajumu sudah aku buang sudah aku bakar),” kata Sumiyatun, mengisahkan apa yang disampaikan ke anaknya pada saat itu, Senin (11/1).

“Kamu tu anak durhaka, lapo koe neng kene” (kamu itu anak durhaka ngapain kamu di sini),” ucap Sumiyatun pada Agesti.

Tak terima diperlakukan seperti itu, Agesti kemudian mendorong ibunya sampai hendak terjatuh.
Sumiyatun mengatakan pada saat itu, dia refleks berupaya tidak terjatuh dengan menarik kerudung anaknya. Refleks menarik kerudung itu, ternyata menggores pelipis anaknya.

Keesokan harinya, Agesti melaporkan ibunya itu ke polisi. Polisi awalnya sempat ingin memediasi pertengkaran ibu dan anak ini. Namun, kasus tetap berlanjut.

Seiring berjalannya waktu, kasus itu terus bergulir. Pada Jumat (8/1), polisi mengeluarkan surat penahanan kepada Sumiyatun. Polisi sudah menetapkan Sumiyatun tersangka. Dia dijerat Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT sub Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.

Penahanan itu memicu perdebatan di banyak kalangan. Walhasil, polisi pada Minggu (10/1) memberikan penangguhan penahanan terhadap Sumiyatun.

“Iya sudah dikabulkan penangguhan penahanannya kemarin,” ujar Kasatreskrim Polres Demak, AKP M Fachrur Rozi kepada kumparan, Senin (11/1).
Sebagai penjamin penangguhan penahanan ini yakni Kepala Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, dan Ketua DPRD Demak Sri Fachrudin Bisri Slamet.
Meski begitu, dia memastikan proses hukum dalam perkara ini tetap berlanjut meskipun pihaknya mengabulkan penangguhan terhadap tersangka.

“Proses hukum selanjutnya tetap berjalan,” kata dia.
Rozi belum menjelaskan apa pertimbangan dan bukti polisi menetapkan Sumiyatun sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus ini.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak Agesti.