Kisah Pilu Pengungsi Gempa Di Mamuju Sulbar Bermalam Dengan 3 Jenazah

Kurang lebih 300 warga di Desa Rantedoda, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat tengah membutuhkan bantuan logistik. Pasca-gempa bumi 6,2 magnitudo Jumat 15 Januari 2021 ratusan warga itu mengungsi ke area pegunungan.

Sehari pascagempa, mereka mulai kekurangan bahan logistik. Sebab, saat mengungungsi mereka hanya membawa persedian secukupnya.

Hal itu membuat mereka kesusahan untuk memenuhi kebutuhan mereka di pengungsian korban gempa Sulbar tersebut.

Lebih menyedihkan pagi, selama pengungsian ada tiga orang warga yang meninggal dunia. Umumnya mereka mengalami kelelahan. Hujan deras juga terus mengguyur mereka yang hanya menggunakan tenda sebagai alat untuk berteduh.

Marwa salah sorang pengungsi mengatakan, mereka mendaki pegunungan untuk mengungsi, apa lagi daerah mereka dekat dengan pantai. Mereka juga mulai kehabisan bahan makanan dan minuman, belum ada bantuan yang mereka terima selama mengungsi akibat gempa Sulbar tersebut.

Minum Air Hujan

“Untui memenuhi kebutuhan kita meminum air hujan. Kami sangat membutuhkan bantuan, apa lagi banyak anak-anak yang ikut mengungsi di sini,” kata Marwa kepada Liputan6.com, Sabtu (16/01/2021).

Sedangkan, Imran yang juga salah seorang pengungsi mengatakan, untuk warga yang meninggal dunia sudah mereka evakuasi turun ke kampung untuk dimakamkan. Mereka menggotong jenazah menggunakan kain sarung dan batang pohon.

“Tadi pagi sudah dimakamkan, hanya beberapa orang yang turun ke kampung,” ujar Imran.

Imran menambahkan, hujan deras memaksa mereka untuk menyemayamkan jenazah ketiga warga di pengungsian. Mereka tak berani turun ke kampung untuk memakamkan mereka, apa lagi isu gempa susulan menghantui mereka.

“Warga yang turun itu, juga pergi mencari bantuan logistik untuk warga di pengungsian. Semoga warga yang mengungsi disini segera mendapatkan bantuan,” harap Imran.