MOMEN Jokowi Duduk Merunduk Sungkem Wapres Maruf Amin, Yusuf Mansur Takjub ‘Ini Potret Langka!’

MOMEN Jokowi Duduk Merunduk Sungkem Wapres Maruf Amin, Yusuf Mansur Takjub 'Ini Potret Langka!'

Beredar foto momen langka Presiden Jokowi duduk merunduk dan bersimpuh sungkem kepada Wakil Presiden KH Maruf Amin.

Momen ini terjadi saat Lebaran 2021 atau Idul Fitri 1442 H.

Di momen tersebut, KH Maruf Amin yang notabene sudah sepuh tetap duduk di kursinya.

Sementara Presiden Jokowi bersimpuh di bawahnya, menjulurkan tangan ke Wapres Maruf Amin sembari meminta maaf.

Ada 2 hal yang menjadi sorotan.

Pertama ini tanpa sungkan dilakukan Presiden Jokowi untuk menghormati KH Maruf Amin yang lebih sepuh.

Kedua, ini dilakukan presiden yang jabatannya lebih tinggi kepada wakil presiden.

Buat Ustaz Yusuf Mansur, ini keteladanan budi pekerti ditunjukkan Jokowi.

“Foto langka menurut saya dg izin Allah…” tulis Yusuf Mansur, TribunNewsmaker.com kutip dari Instagram Yusuf Mansur, Jumat 14 Mei 2021.

Buat Yusuf Mansur, ini momen pertama dia lihat presiden sungkem kepada wakil presiden.

“Mana ada (sebelumnya)?” tanya Yusuf Mansur.

“Met hari raya. mari bersihkan hati. apa2 jadi doa aja… dibawa doa… banyakin baik sangka…” tulisnya lagi.

Buat Yusuf Mansur keteladanan sikap presiden menghormati ulama apalagi yang lebih tua layak mendapat apresiasi.

“Ini presiden ke wapres loh… biar gmn ini potret langka…” tuturnya.

“Dan pengajaran budi pekerti yang baik sekali… bismillaah walhamdulillaah,” Yusuf Mansur menggarisbawahi apa yang dia maksud.

Follower Yusuf Mansur menyetujui keteladanan yang dimaksud.

Muncul komentar-komentar sama-sama takjub atas keteladanan yang ditunjukkan Jokowi.

“Setinggi pangkat/jabatan tetap menghormati yg lebih tua,” tulis akun @antiedwi .

“Potret Pejabat atopun tokoh masyarakat seperti ini sudah menjadi tradisi di suku Jawa tad dan mayoritas masih berjalan..” tulis akun @sofyan_dom .

Ada juga yang menduga unsur kebetulan, bukan disengaja sungkem.

“Itu kan emng lg duduk selesai sholat atau sebelum sholat mungkin.

Wapres susah buat sholat berdiri jd di bangku, jd presiden emng kg duduk di selesai atau sebelum sholat di sebelah nya, jd kebetulan aja. Bukan emng sengaja sungkem sih kyk nya” tulis akun @arilorvi .

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Yusuf Mansur (@yusufmansurnew)

Lebaran, Presiden Jokowi Tak Ditemani Anak, Cucu, dan Menantu

Presiden Joko Widodo dan ibu negara Iriana Joko Widodo merayakan Idul Fitri 1442 Hirjah tanpa anak-anak, menantu, maupun cucu-cucunya secara langsung.

Hal ini terungkap saat Presiden melakukan video call dalam rangka silaturahmi Idul Fitri dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Ibu Wury Ma’ruf Amin, Kamis (13/5/2021).

“Enggak semua ini, di luar kota semua, nanti mungkin seminggu-seminggu lagi (berkumpul),” ucap Jokowi dilansir dari siaran pers Sekretariat Presiden.

Jokowi dan Iriana pun bersilaturahmi dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Ibu Wury Ma’ruf Amin secara daring dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis.

Kegiatan itu dilakukan setelah melaksanakan salat Idulfitri 1442 H dan kembali ke Wisma Bayurini, Istana Kepresidenan Bogor.

Presiden bersama Ibu Iriana menghubungi Wakil Presiden dan Ibu Wury yang berada di kediaman resminya melalui panggilan video.

“Assalamualaikum Pak Wapres dan Bu Wury, menghaturkan selamat hari raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin,” ucap Jokowi.

“Saya juga menghaturkan selamat hari raya, mohon maaf lahir batin,” sambung Ibu Iriana.

Dalam dialognya, Presiden dan Wakil Presiden saling bertanya mengenai kondisi kesehatan keluarga pada hari raya Idulfitri yang masih dirayakan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Pada kesempatan yang sama, Ibu Wury Ma’ruf Amin juga turut menyampaikan ucapan hari raya Idul Fitri.

“Ibu Negara, saya mengucapkan selamat Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin Ibu, Bapak, mohon maaf lahir batin,” jawab Ibu Wury.

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana memiliki tiga putra-putri dari perkawinan mereka, yakni Gibran Rakabuming Raka yang saat ini menjabat Wali Kota Solo, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep.

Presiden juga telah memiliki empat orang cucu. (TribunNewsmaker.com/ * / Kompas.com )

MENGENAL LEBIH DEKAT ASURANSI SYARIAH
Asuransi syariah adalah sebuah usaha untuk saling melindungi dan saling tolong menolong di antara para pemegang polis (peserta), yang dilakukan melalui pengumpulan dan pengelolaan dana tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan prinsip syariah.

 

Asuransi syariah menggunakan prinsip sharing of risk, dimana risiko dari satu orang/pihak dibebankan kepada seluruh orang/pihak yang menjadi pemegang polis, sedangkan asuransi konvensional menggunakan sistem transfer of risk dimana risiko dari pemegang polis dialihkan kepada perusahaan asuransi. Dapat dikatakan bahwa peran perusahaan asuransi syariah adalah melakukan pengelolaan operasional dan investasi dari sejumlah dana yang diterima dari pemegang polis, berbeda dengan perusahaan asuransi konvensional yang bertindak sebagai penanggung risiko. Akad yang digunakan dalam asuransi syariah menggunakan prinsip tolong-menolong antara sesama pemegang polis dan perwakilan/kerja sama pemegang polis dengan perusahaan asuransi syariah, sedangkan akad yang digunakan oleh asuransi konvensional berdasarkan prinsip pertukaran (jual-beli).

 

Pada dasarnya, baik asuransi konvensional maupun asuransi syariah memiliki keunggulan atau kekurangan masing-masing sehingga pemilihan produk asuransi dikembalikan kepada konsumen sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Namun pada kesempatan kali ini yuk kita ketahui lebih lanjut mengenai keunggulan asuransi syariah:

 

1. Pengelolaan dana menggunakan prinsip syariah Islami

Hal ini menjadi salah satu perbedaan yang cukup signifikan antara asuransi konvensional dan asuransi syariah dimana pengelolaan dana oleh perusahaan asuransi syariah harus memenuhi prinsip-prinsip syariah. Sebagai contoh, dana tersebut tidak dapat diinvestasikan pada saham dari emiten yang memiliki kegiatan usaha perdagangan/jasa yang dilarang menurut prinsip syariah, termasuk perjudian atau kegiatan produksi dan distribusi barang dan jasa haram berdasarkan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

2. Transparansi pengelolaan dana pemegang polis

Pengelolaan dana oleh perusahaan asuransi syariah dilakukan secara transparan, baik terkait penggunaan kontribusi dan surplus underwriting maupun pembagian hasil investasi. Pengelolaan dana tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan keuntungan bagi pemegang polis secara kolektif maupun secara individu.

3. Pembagian keuntungan hasil investasi

Hasil investasi yang diperoleh dapat dibagi antara pemegang polis (peserta), baik secara kolektif dan/atau individu, dan perusahaan asuransi syariah, sesuai dengan akad yang digunakan. Hal ini berbeda dengan perusahaan asuransi konvensional yang hasil investasinya merupakan milik perusahaan asuransi, kecuali untuk produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi.

4. Kepemilikan dana

Pada asuransi konvensional, seluruh premi yang masuk adalah menjadi hak milik perusahaan asuransi, kecuali premi pada produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi yang terdapat bagian dari premi yang dialokasikan untuk membentuk investasi/tabungan pemegang polis. Sedangkan di asuransi syariah, kontribusi (premi) tersebut sebagian menjadi milik perusahaan asuransi syariah sebagai pengelola dana dan sebagian lagi menjadi milik pemegang polis secara kolektif atau individual.

5. Tidak berlaku sistem ‘dana hangus’

Dana kontribusi (premi) yang disetorkan sebagai tabarru’ dalam asuransi syariah tidak hangus meskipun tidak terjadi klaim selama masa perlindungan. Dana yang telah dibayarkan oleh pemegang polis tersebut akan tetap diakumulasikan di dalam dana tabarru’ yang merupakan milik pemegang polis (peserta) secara kolektif.

6. Adanya alokasi dan distribusi surplus underwriting

Dalam sektor asuransi syariah, dikenal istilah surplus underwriting yaitu selisih lebih dari total kontribusi pemegang polis ke dalam dana tabarru’ setelah ditambah recovery klaim dari reasuransi dikurangi pembayaran santunan/klaim, kontribusi reasuransi, dan penyisihan teknis, dalam satu periode tertentu. Pada asuransi konvensional, seluruh surplus underwriting ini menjadi milik perusahaan asuransi sepenuhnya namun dalam asuransi syariah surplus underwriting tersebut dapat dibagikan ke dana tabarru’, pemegang polis yang memenuhi kriteria, dan perusahaan asuransi sesuai dengan persentase yang ditetapkan di dalam polis.

Untuk produk asuransi syariah, saat ini yang tersedia sangat beragam dan jenisnya hampir sama dengan yang biasa Sobat Sikapi temukan di asuransi konvensional. Secara umum, produk asuransi tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Produk asuransi syariah yang memberikan manfaat berupa santunan atau penggantian jika terjadi musibah, misalnya meninggal dunia, sakit, kecelakaan, kerusakan dan/atau kehilangan harta benda.

2. Produk asuransi yang memberikan manfaat asuransi berupa santunan jika peserta meninggal dunia dan manfaat berupa hasil investasi. Pada produk ini, sebagian kontribusi atau premi yang dibayarkan oleh peserta akan dialokasikan untuk dana tabarru’ dan sebagian lainnya dialokasikan menjadi investasi peserta.