Pembunuh Sadis Sekeluarga di Rembang, Polisi Selidiki Tukang Gamelan

Hasil gambar untuk Pembunuh Sadis Sekeluarga di Rembang, Polisi Selidiki Tukang Gamelan

REMBANG JATENG – Beredar kabar Pelaku kasus pembunuhan satu keluarga di Padepokan Seni Ongko Joyo, Desa Turusgede, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, telah tertangkap. Namun pihak Polres Rembang belum memberikan konfirmasi resmi atas kabar tersebut.

Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre ketika dikonfirmasi, meminta masyarakat untuk bersabar karena kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan.

“Sabar ya Mas, yang pasti akan kami sampaikan kalau sudah ada perkembangan. Nanti semua pasti disampaikan, “ kata Rongre melalui pesan WhatsApp, Minggu (7/2/2021).

Terkait informasi adanya seorang warga Desa Pragu, Kecamatan Sulang yang diperiksa di Mapolres Rembang, karena sebelum kejadian sempat datang ke kediaman korban pembunuhan Anom Subekti, telah mengkonfirmasi Kepala Desa Pragu, Ahmad Subhan.

Subhan mengatakan, warganya datang ke rumah Anom Subekti di Desa Turusgede, pada hari Rabu (3/2) untuk keperluan memesan gong.

“Pesan gong bukan untuk sendiri, tapi untuk grup campursari buat kegiatan kepemudaan desa sini. Soalnya dapat dana aspirasi dari anggota dewan, “ kata Subhan.

Pasca kejadian pembunuhan, warganya yang berprofesi sebagai seniman penabuh gamelan tersebut ditelepon Danang, salah satu putra almarhum Anom Subekti, untuk datang ke Turusgede akan dimintai keterangan oleh aparat kepolisian.

Informasi yang diterima pihak desa, saat akan berangkat ke Turusgede siang hari, warganya itu sedang tidak enak badan dan sakit perut.

Di tengah jalan, antara Desa Kedungrejo dengan Dusun Bagel Desa Mondoteko singgah ke kebun tebu, yang bersangkutan buang air besar. Ketika akan bersih-bersih di selokan pinggir jalan justru terpeselet dan terjatuh.

Setelah itu ditolong warga Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang yang kebetulan melintas. Selanjutnya diantar pulang menuju Desa Pragu. Karena lama tidak kunjung tiba di Turusgede, Jumat malam menjelang Isya, akhirnya dijemput aparat polisi.

“Info yang saya terima sudah dipanggil, datangnya kok lambat gitu. Tapi siangnya ada alasan terjatuh di kalenan (sungai kecil), habis buang air besar. Saya nggak tahu kebenarannya seperti apa. Orang Kaliombo yang nolong juga sudah diminta polisi menunjukkan lokasinya, “ katanya.

Usai dijemput, polisi menggeledah rumah warganya tersebut. Tahap pertama pada Sabtu malam, polisi membawa sepeda motor, pakaian dan sepatu boot dari dalam rumah warganya. Penggeledahan dilanjutkan Minggu (7/2/2021) sekitar pukul 10.00 WIB untuk mencari bukti tambahan.

“Saya sebatas mendampingi saja, yang saya tahu pada waktu penggeledahan tahap kedua tadi, HP milik istrinya dibawa polisi, “ ujarnya.

Namun Subhan mengatakan pihaknya sampai Minggu sore belum mengetahui status warganya itu, apakah sebatas menjadi saksi atau sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tiap ada warga yang bertanya, ia menjawab tunggu saja informasi resmi dari Polres Rembang.

“Kan ada asas praduga tidak bersalah, yang saya tahu warga saya ini ya orangnya baik, kalem, nggak neko-neko. Do’akan yang terbaik saja, “ katanya.