Pernah Virall Lalu Dipec4t dari Brimob dan Bangkrut, Kini Norman Kamaru Usaha Warkop dan Jualan Kue

29 views

Masih ingat dengan anggota Brimob Briptu Norman Kamaru? Kala itu Norman terkenal karena aksi lip sync nya dengan lagu India chaiya-chaiya dengan memakai seragam Brimob.

Norman sempat diundang ke aneka acara reality show. Dia dipecat dari Brimob pada Desember 2011. Norman sempat menjalani berbagai usaha.

Norman telah bangkit dengan bisnis baru yang telah dijalaninya. Berikut beberapa bisnis milik Norman yang dirangkum dari berbagai sumber:

1. Bisnis Kue “Lamington”

Norman kini memiliki bisnis kue dengan predikat oleh oleh Gorontalo bernama Lamington. Bisnis kue miliki Norman ini menyediakan berbagai varian rasa seperti Karawo Chocolate, Bongo Classic, Olele Caramel, Pinogu Tiramisu, dan Dulamayo Pandan.

2. Bisnis Warung Kopi “Warkop Inspirasi-19”

Tak hanya memulai bisnis di bidang kue saja, Norman juga menjajal bisnis warung kopi. Kedai warkop ini diberi nama Warkop Inspirasi-19. Di tempat ini menyediakan ayam bakar, ayam lalapan, oci bakar dan bubur Manado yang pernah dijualnya di daerah Kalibata.

3. Perjalanan Hidup Norman Bangkit dari Keterpurukan

Norman sempat bertekad dan fokus untuk menjalani karier barunya sebagai artis, namun ternyata mimpi itu tak mudah. Norman hanya tenar beberapa saat. Main di beberapa serial FTV, manggung sesekali, kemudian redup.

4. Pernah Menjadi Pengamen

Norman juga sempat mengaku bahwa ia pernah menjadi pengamen di perempatan jalan dari pagi hingga siang. Penghasilan yang didapat hanya Rp12.000 saja.

“Waktu itu saya ngamen pakai masker sampai dagu. Terus kumis saya panjang menutupi mulut. Saya juga pakai topi, jadi mungkin pada nggak ngeh,” kata Norman.

5. Pernah Menjadi Tukang Bubur di Kalibata

Setelah dipecat dari Brimob dan karirnya meredup, rezekinya mulai naik kembali ketika dia berjualan bubur Manado di Kalibata. Uniknya bubur itu dinamai Brip’u Norman Kamaru. Brip’u sepertinya merupakan pelesetan dari Briptu.

“Paling favorit itu bubur sama ikan cakalang disuwir. Bedanya sama tempat lain nggak tahu ya, yang jelas banyak orang bilang pas makan di tempat lain kurang enak. Pas di sini suka dan berkali-kali datang ke sini,” jelas Norman.

Dulu ketika Norman masih berjualan bubur di Kalibata, dia mengaku keuntungannya mencapai jutaan rupiah, lantaran kebanjiran pembeli.

6. Sempat Berangan-angan Kembali ke Brimob

Angan-angan sempat terlintas di benak Norman Kamaru untuk kembali bergabung di kesatuan Brimob Indonesia. Penyesalan kadang terngiang, tapi apa mau dikata rasa ingin pun tak bisa dipaksakan karena keterbatasan.

Pertanyaan pun kadang terlontar di hatinya, alasan konkret dari pihak Brimob atas pemecatannya belum terjawab.

“Iya menyesal, cuma masih mempertanyakan kenapa saya dipecat karena alasan dari pihak Brimob atas pemecatan saya masih kurang tepat,” ucapnya saat dikunjungi oleh merdeka.com, dulu.

Sumber: merdeka.com

MENGENAL LEBIH DEKAT ASURANSI SYARIAH

Asuransi syariah adalah sebuah usaha untuk saling melindungi dan saling tolong menolong di antara para pemegang polis (peserta), yang dilakukan melalui pengumpulan dan pengelolaan dana tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan prinsip syariah.

Asuransi syariah menggunakan prinsip sharing of risk, dimana risiko dari satu orang/pihak dibebankan kepada seluruh orang/pihak yang menjadi pemegang polis, sedangkan asuransi konvensional menggunakan sistem transfer of risk dimana risiko dari pemegang polis dialihkan kepada perusahaan asuransi. Dapat dikatakan bahwa peran perusahaan asuransi syariah adalah melakukan pengelolaan operasional dan investasi dari sejumlah dana yang diterima dari pemegang polis, berbeda dengan perusahaan asuransi konvensional yang bertindak sebagai penanggung risiko. Akad yang digunakan dalam asuransi syariah menggunakan prinsip tolong-menolong antara sesama pemegang polis dan perwakilan/kerja sama pemegang polis dengan perusahaan asuransi syariah, sedangkan akad yang digunakan oleh asuransi konvensional berdasarkan prinsip pertukaran (jual-beli).

Pada dasarnya, baik asuransi konvensional maupun asuransi syariah memiliki keunggulan atau kekurangan masing-masing sehingga pemilihan produk asuransi dikembalikan kepada konsumen sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Namun pada kesempatan kali ini yuk kita ketahui lebih lanjut mengenai keunggulan asuransi syariah:

1. Pengelolaan dana menggunakan prinsip syariah Islami

Hal ini menjadi salah satu perbedaan yang cukup signifikan antara asuransi konvensional dan asuransi syariah dimana pengelolaan dana oleh perusahaan asuransi syariah harus memenuhi prinsip-prinsip syariah. Sebagai contoh, dana tersebut tidak dapat diinvestasikan pada saham dari emiten yang memiliki kegiatan usaha perdagangan/jasa yang dilarang menurut prinsip syariah, termasuk perjudian atau kegiatan produksi dan distribusi barang dan jasa haram berdasarkan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

2. Transparansi pengelolaan dana pemegang polis

Pengelolaan dana oleh perusahaan asuransi syariah dilakukan secara transparan, baik terkait penggunaan kontribusi dan surplus underwriting maupun pembagian hasil investasi. Pengelolaan dana tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan keuntungan bagi pemegang polis secara kolektif maupun secara individu.

3. Pembagian keuntungan hasil investasi

Hasil investasi yang diperoleh dapat dibagi antara pemegang polis (peserta), baik secara kolektif dan/atau individu, dan perusahaan asuransi syariah, sesuai dengan akad yang digunakan. Hal ini berbeda dengan perusahaan asuransi konvensional yang hasil investasinya merupakan milik perusahaan asuransi, kecuali untuk produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi.

4. Kepemilikan dana

Pada asuransi konvensional, seluruh premi yang masuk adalah menjadi hak milik perusahaan asuransi, kecuali premi pada produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi yang terdapat bagian dari premi yang dialokasikan untuk membentuk investasi/tabungan pemegang polis. Sedangkan di asuransi syariah, kontribusi (premi) tersebut sebagian menjadi milik perusahaan asuransi syariah sebagai pengelola dana dan sebagian lagi menjadi milik pemegang polis secara kolektif atau individual.

5. Tidak berlaku sistem ‘dana hangus’

Dana kontribusi (premi) yang disetorkan sebagai tabarru’ dalam asuransi syariah tidak hangus meskipun tidak terjadi klaim selama masa perlindungan. Dana yang telah dibayarkan oleh pemegang polis tersebut akan tetap diakumulasikan di dalam dana tabarru’ yang merupakan milik pemegang polis (peserta) secara kolektif.

6. Adanya alokasi dan distribusi surplus underwriting

Dalam sektor asuransi syariah, dikenal istilah surplus underwriting yaitu selisih lebih dari total kontribusi pemegang polis ke dalam dana tabarru’ setelah ditambah recovery klaim dari reasuransi dikurangi pembayaran santunan/klaim, kontribusi reasuransi, dan penyisihan teknis, dalam satu periode tertentu. Pada asuransi konvensional, seluruh surplus underwriting ini menjadi milik perusahaan asuransi sepenuhnya namun dalam asuransi syariah surplus underwriting tersebut dapat dibagikan ke dana tabarru’, pemegang polis yang memenuhi kriteria, dan perusahaan asuransi sesuai dengan persentase yang ditetapkan di dalam polis.

Untuk produk asuransi syariah, saat ini yang tersedia sangat beragam dan jenisnya hampir sama dengan yang biasa Sobat Sikapi temukan di asuransi konvensional. Secara umum, produk asuransi tersebut dapat dikelompokkan sebagai berikut:

1. Produk asuransi syariah yang memberikan manfaat berupa santunan atau penggantian jika terjadi musibah, misalnya meninggal dunia, sakit, kecelakaan, kerusakan dan/atau kehilangan harta benda.

2. Produk asuransi yang memberikan manfaat asuransi berupa santunan jika peserta meninggal dunia dan manfaat berupa hasil investasi. Pada produk ini, sebagian kontribusi atau premi yang dibayarkan oleh peserta akan dialokasikan untuk dana tabarru’ dan sebagian lainnya dialokasikan menjadi investasi peserta.