Remaja Korban Eksploitasi Prostitusi Online Cuma Dapat Rp 200 Ribu Sekali Kencan

Libatkan Perempuan di Bawah Umur dan PNS, Prostitusi Online Menjamur, Diamankan Polisi - Halaman all - Tribun Manado

SOLO – Polresta Solo menangkap 3 pemuda yang menjalankan bisnis prostitusi online. Mereka mengeksploitasi tiga remaja di bawah umur dalam bisnisnya itu.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menyebut bisnis tersebut dijalankan oleh tersangka bernama Langit (33). “Tersangka menawarkan korban kepada pelanggannya melalui media sosial,” katanya, Rabu (10/03/2021).

Saat ada yang berminat, tersangka lantas memberikan nomor teleponnya kepada pelanggan. Dia lantas mengirimkan foto-foto remaja yang dieksploitasinya. Untuk sekali kencan, dia mematok tarif Rp 500 ribu.

Dalam aksinya itu, tersangka telah berhasil mencarikan tamu untuk korban ND sebanyak 7 kali. Sedangkan korban D telah mendapatkan pasangan kencan hingga 3 kali dan korban R dicarikan 2 kali.

Remaja Korban Eksploitasi Prostitusi Online Cuma Dapat Rp 200 Ribu Sekali Kencan

“Dari uang transaksi Rp 500 ribu, tersangka ini hanya memberikan uang Rp 200 ribu kepada korban,” katanya. Sedangkan uang Rp 300 ribu dinikmati oleh tersangka dan sebagian digunakan untuk membayar jasa pengantar.
Dalam kasus ini, polisi juga menangkap dua pemuda lain bernama WES (21) asal Pangadegan, Jakarta dan DAH (20) asal Mojogedang, Karanganyar. Keduanya ini berperan mengantar korban ke hotel yang ditentukan untuk bertemu dengan penggunanya.

Polisi menerapkan pasal berlapis kepada ketiga tersangka. Selain menggunakan UU tentang Perlindungan Anak, polisi juga menjerat tersangka dengan UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.