Serpihan Mesin Pesawat Kargo Boeing 747 Jatuh di Belanda

Terluka 2 Orang Gara-gara Puing Mesin Boeing 747 Jatuh dari Udara

Belanda – Pesawat kargo Boeing 747-400 milik maskapai Longtail Aviation mengalami insiden saat bagian-bagian mesin berjatuhan tak lama setelah mengalami kebakaran dan ledakan di udara dalam sebuah penerbangan di Belanda pada Sabtu (20/2).
Saksi mata mengaku mendengar satu hingga dua ledakan tak lama setelah pesawat lepas landas. Pilot sempat memberi tahu pengawas lalu lintas udara bahwa salah satu mesin pesawat terbakar.

Pesawat kargo dengan nomor penerbangan 5504 itu memperlihatkan serpihan bagian logam kecil mesin pesawat tercecer di atas kota Meerssen, Belanda.

Juru bicara Bandara Maastricht, Hella Hendriks mengatakan kerusakan tersebut menyebabkan seorang perempuan terluka tak lama setelah lepas landas.

“Foto-foto itu menunjukkan bahwa itu (bagian logam kecil yang tercecer) merupakan bagian dari bilah mesin, tapi itu sedang diselidiki,” kata Hendriks.

“Beberapa mobil rusak dan serpihan logam menghantam beberapa rumah. Potongan logam juga ditemukan di lingkungan pemukiman warga di atap, taman, dan jalan.”

Mengutip Reuters, Hendriks mengatakan puluhan serpihan logam berukuran sekitar 5 cm dan panjang hingga 25 cm berjatuhan. Pesawat kemudian melakukan pendaratan darurat dengan selamat di Bandara Liege, Belgia.

Longtail Aviation mengatakan masih terlalu dini untuk berspekulasi terkait penyebab terjadinya kerusakan mesin pesawat Pihaknya tengah bekerja sama dengan pihak berwenang Belanda, Belgia, Bermuda, dan Inggris untuk menyelidiki insiden tersebut. Dewan Keamanan Belanda mengatakan tengah menyelidiki insiden tersebut.

“Penyelidikan kami masih dalam tahap awal, masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan,” kata juru bicara Dewan Keamanan Belanda, Senin (22/2).

Pesawat yang terbang dari Maastrich ke New York itu ditenagai mesin Pratt & Whitney PW4000, versi lebih kecil dari pesawat Boeing 777 milik United Airways yang mengalamami insiden karena kerusakan mesin di Bandara Denver pada hari yang sama.

Sementara itu, regulator penerbangan Eropa (EASA) mengatakan pihaknya mengetahui insiden yang kembali melibatkan mesin jet Pratt & Whitney dan meminta informasi terkait penyebab untuk kecelakaan untuk menempuh langkah lebih lanjut