Sisi Lain di Balik Kasus Wanita di Mal Pakai Bra dan Celana Dalam

Hasil gambar untuk Sisi Lain di Balik Kasus Wanita di Mal Pakai Bra dan Celana Dalam

Tasikmalaya – Pasar Wetan Jalan Cihideung, Tasikmalaya, Jawa Barat, menuai reaksi warga, Rabu (17/2/2021).

“Pikirnya serasa bebas seperti di luar negeri,” jelas suara seorang perempuan dalam rekaman video yang viral di media sosial.

Selain itu, seorang pedagang toko kelontong di sekitar lokasi juga mengungkapkan hal senada.

“Iya, tadi kita kaget ada perempuan yang nekat ke mal dan jalan-jalan santai di parkiran hanya pakai celana dalam dan bra saja,” ungkap Yeyen (45).

Salah satu warga, Yoyot (65), mengaku sempat bertanya kepada wanita yang sempat dia sangka gila.

“Kami yang di sini semua kaget karena ada datang perempuan hanya memakai celana dalam saja awalnya. Atasnya bugil. Saya tanya, dia ternyata menjawab normal, katanya dia ke sini pakai angkot 03 dari Kawalu,” jelas Yoyot saat dimintai keterangan wartawan, Rabu siang.

Selain itu, Yoyot mengaku sempat mendengar jika wanita itu sedang memiliki masalah dengan teman prianya.

“Dia katanya nekat karena masalah lelaki itu. Saya pun kaget ternyata perempuan ini normal dan katanya tak kuat menahan pikiran masalah percintaan dengan lelaki,” kata Yoyot.

Sementara itu, setelah banyak warga yang datang, sejumlah warga segera meminta wanita itu berpakaian dan meninggalkan lokasi.

Sejumlah warga sempat merekam aksi nekat wanita itu dan menjadi viral di media sosial.

Menurut psikolog dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rafika Nur Kusumawati, perilaku yang dilakukan wanita tersebut tak wajar dan menyimpang dari norma sosial yang ada.

Secara psikologis, kata Rafika, perilaku tersebut biasanya dipicu oleh masalah dan membuat individu tidak mampu mengontrol mana yang baik dan tidak baik untuk dilakukan.

“Manusia itu berperilaku pasti akan menilai lingkungannya dan norma-norma yang ada. Di dalam psikologi, ada interaksi antara Id (dorongan), ego (logika) dan super ego yang berkaitan dengan norma. Nah, sepertinya, interaksi tiga hal ini tak berjalan wajar,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/2/2021).

Terkait aksi wanita di Tasikmalaya, menurut Rafika, tindakan masyarakat yang meminta wanita itu berpakaian sudah tepat.

“Tindakan tersebut merupakaan sikap menjaga norma sosial. Bisa ditegur dengan tetap menghormatinya,” kata Rafika.