Taman Sari Jogja, Ini Spot Fotografinya!

12 views

Taman Sari Jogja (reddoorz)

Kalau bicara tentang wisata sejarah yang ada di Jogja, ada banyak tempat wisata sejarah yang kamu bisa eksplorasi. Selain berbagai macam candi yang berdiri kokoh, sebuah istana megah yang menjadi saksi kejayaan masa lampau yaitu Taman Sari Jogja juga bisa kamu kunjungi di kota dengan makanan khas gudeg ini.

Lokasinya cukup strategis karena berada tak jauh dari Titik Nol Km, Jogja. Berkat keunikan arsitektur bangunan dan lokasi yang strategis inilah menjadikan Taman Sari Jogja selalu ramai dengan kunjungan wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara. Mungkin kamu juga tertarik untuk berwisata di Taman Sari Jogja? Berikut review selengkapnya!

Review Wisata Sejarah Taman Sari Jogja
Alamat : Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
Map : Klik di sini
Jam buka : 09.00 – 16.00 WIB
Harga tiket masuk : 5 ribu rupiah untuk wisatawan domestik, 7 ribu rupiah untuk wisatawan mancanegara, untuk pengunjung yang membawa kamera dikenai tambahan tiket masuk sebesar 5 ribu rupiah

Kampung wisata Taman Sari Jogja atau yang juga dikenal dengan sebutan Keraton Jogja merupakan sebuah situs bekas taman dan istana keratin Ngayogyakarta Hadiningrat yang dibangun pada tahun 1758 sampai 1765 pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono I.

Pembangunan tersebut secara langsung dipimpin oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I didampingi oleh bupati Madiun Raden Rangga Prawirasentika sebagai penanggung jawab pelaksana pembangunan. Sementara konstruksi bangunan taman dan gedung dikonsep oleh Bupati Kiai Tumenggung Mangoendipoero.

Taman Sari Jogja memiliki luas lahan sebesar 10 hektar dengan 57 bangunan yang terdiri atas gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, danau buatan, sumur buatan dan lorong bawah air. Mengenai bagian – bagian penting dari kompleks Taman Sari Jogja, informasinya bisa dibaca : Wisata Jogja – Istana Air Taman Sari

Sampai saat ini bangunan Taman Sari masih berdiri kokoh walau pernah diterjang gempa pada 27 Mei 2006 lalu. Setelah terjadinya gempa, kompleks bangunan Taman Sari Jogja kemudian mendapatkan renovasi pada beberapa bagiannya.

Kamu yang berkunjung ke wisata Taman Sari Jogja dapat berfoto atau mengabadikan momen di berbagai spot yang tersedia. Beberapa spot fotografi yang bisa kamu manfaatkan di Kampung wisata Taman Sari, di antaranya :

1. Spot Kolam Taman Sari

Sesaat setelah pengunjung masuk pintu gerbang utama Kampung Taman Sari, pengunjung akan menyaksikan dua buah kolam yang lokasinya tak jauh dari pintu gerbang tempat wisata di Jogja ini. Dinding penuh ornamen pun turut menjadi penghiasnya.

Kedua kolam tersebut merupakan bagian dari tiga kolam utama yang ada di Taman Sari Jogja dan dihadirkan dengan nama dan fungsi yang berbeda. Kolam pertama dinamakan Umbul Panguras yang merupakan kolam yang digunakan sebagai tempat mandi sang raja.

Kolam kedua bernama Kolam Pamucar yang digunakan sebagai tempat mandi para selir raja. Sementara kolam ketiga yang lokasinya terpisah dari dua kolam yang berjajar bernama Umbul Kawitan yang dijadikan sebagai tempat mandi puteri – puteri raja.

Kemudian di sekitar kolam tersebut dihiasi berbagai macam ornamen mirip air mancur yang memiliki bentuk seperti kepala naga dengan dihiasi aneka ragam pot bunga di sekelilingnya.

2. Spot Gapura Panggung

Pada zaman kerajaan dahulu, area Gapura Panggung ini hanya bisa dimasuki oleh keluarga raja. Akan tetapi saat ini, area ini sudah menjadi spot di Taman Sari yang bisa dinikmati dan diakses oleh masyarakat umum. Kamu pun bisa mengabadikan foto keren di sana.

Pada bagian atas Gapura Panggung ini biasanya raja bersantai sembari menikmati kemegahan Taman Sari yang dulunya masih dilengkapi dengan danau buatan dan hamparan taman bunga yang luas nan cantik. Di sini juga sesekali sang raja menikmati penampilan penari tradisional diiringi suara musik gamelan yang sangat merdu.

Di salah satu sudutnya, terdapat sebuah cermin dan lemari pakaian raja. Cermin ini dulunya dimanfaatkan sebagai tempat istri raja bersolek, sementara lemari pakaian raja merupakan tempat penyimpanan pakaian sang raja. Gapura ini juga dilengkapi dengan tangga terbuat dari kayu jati yang sampai saat ini masih kokoh dan memberikan kesan artistik.

3. Spot Gapura Agung

Selain Gapura Panggung, ada bangunan gapura megah lain yang bernama Gapura Agung. Dahulu ketika masih berfungsi sebagai kediaman raja, Gapura Agung ini merupakan taman kesultanan yang dijadikan sebagai lokasi transit kereta kencana kesultanan. Ornamen berbentuk sayap burung dan bunga – bunga pun menjadi penghias arsitektur Gapura Agung ini.

4. Spot Gedung Kenongo

Gedung Kenongo merupakan bangunan tertinggi dibandingkan bangunan lain di kompleks Taman Sari. Di zaman para raja dahulu, gedung ini difungsikan sebagai tempat makan keluarga raja dan tempat menjamu tamu dengan aneka hidangan makanan yang disajikan.

Namun sekarang gedung ini merupakan tempat terbaik di Kampung Taman Sari untuk menyaksikan sunset. Pemburu sunset bisa banget datang ke Taman Sari di sore hari dan nikmati pesona sunset yang tak biasa di sini. Dari sini juga terlihat dinding tebal tinggi berwarna putih yang merupakan pagar bangunan Taman Sari dengan ketinggian hampir 4 meter.

5. Spot Sumur Gamuling dan Masjid

Sumur Gamuling bukan sumur sembarangan. Tetapi sumur ini merupakan sumur yang dikelilingi lima tangga yang menjadi simbol rukun Islam. Sumur Gamuling merupakan sebuah sumur yang berada di kompleks Masjid Taman Sari.

Masjid tersebut berbentuk lingkaran 360 derajad dengan dua tingkat melingkar yang bagian tengahnya berlubang dan didesain sangat artistik. Karena bentuknya yang melingkar, ketika imam memimpin sholat, suara imam akan menggema secara alami dan terdengar sampai ke seluruh penjuru ruangan tanpa memerlukan bantuan pengeras suara.

Pada tangga yang mengelilingi sumur, ketika pengunjung menuruni anak tangga tersebut, pengunjung dapat menemukan tangga yang saling bertemu di bagian tengah – tengah kolam air yang berasal dari Sumur Gamuling.

Jika kamu tertarik ke spot ini, kamu harus melewati sebuah gerbang dengan dua tingkat. Dua tingkat tersebut dahulunya menjadi tempat sang raja mengamati para selir yang sedang mandi di Kolam Pamucar.