Uang Bantuan PKH Nenek Ini Tiba-Tiba Lenyap dari Rekening

Uang Bantuan PKH Nenek Ini Tiba-Tiba Lenyap dari Rekening

MATARAM – Maemunah, warga Kampung Melayu, Kelurahan Ampenan Tengah, tak kuasa menahan tangis. Wanita 88 tahun ini malu sekaligus bingung. Lantaran setelah pergi ke bank untuk mengambil uang bantuan program keluarga harapan (PKH) yang diterimanya, ternyata saldo di rekeningnya sudah kosong.

“Demi Allah dan Rasulullah (tidak pernah terima uang),” katanya kepada Lombok Post, Senin (15/3/2021).

Ia bahkan siap disumpah untuk membuktikan dirinya tidak pernah menerima uang bantuan PKH. Ini untuk meyakinkan petugas Dinas Sosial Kota Mataram yang turun menanyainya masalah bantuan uang PKH yang tiba-tiba raib meski belum diterima keluarga penerima manfaat.

Maemunah menuturkan, dirinya hanya mendapat bantuan beras tahun 2020 lalu. Perempuan yang tinggal di gubuk kumuh ini mengaku bersyukur dengan bantuan beras yang diterimanya. Tak lama kemudian, ia menerima buku rekening dan kartu KKS.

Oleh sejumlah warga penerima PKH lain, ia diberi tahu kartu dan buku rekening tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengambil uang bantuan PKH di salah satu bank BUMN. Maka ia pun senang bukan kepalang. Bersama salah satu anaknya, ia pergi ke bank untuk mengambil bantuan PKH.

Namun setibanya di bank, ternyata saldo rekening miliknya sudah kosong. Cetakan rekening koran di bank menunjukkan uang bantuan sebanyak Rp 1,6 juta sudah beberapa kali ditarik. Ini yang kemudian membuatnya heran. Padahal ia tidak pernah mengambil uang sepeser pun. “Allah yang menjadi saksi, saya hanya menerima beras saja,” tuturnya sambil menangis.

Setelah ditelusuri oleh pihak Dinas Sosial, Maemunah memang terdaftar sebagai penerima PKH. Selain mendapatkan bantuan beras atau pangan, di sistem ia juga menerima bantuan uang tunai Rp 1,6 juta untuk beberapa bulan.

Karena Maemunah mengaku belum menerima uang sepeser pun, Dinas Sosial langsung menelusuri persoalan ini. “Hasil penelusuran kami ke pendamping, ternyata ada salah sasaran penerima,” kata Kabid Linjamsos Dinas Sosial Kota Mataram Leni Oktavia.

Roni, pendamping PKH menuturkan ada kesalahan sasaran penerima akibat nama Maemunah ada dua orang di lingkungan tersebut. “Jadi ada dua orang yang namanya Maemunah. Itu (Maemunah lain) yang dikasih kartu tersebut sebelumnya, padahal yang memang berhak menerima adalah Maemunah (88 tahun),” ungkap Roni.

Sehingga warga yang menerima sebelumnya sudah terlanjur mengambil uang dari kartu KKS. Sehingga ketika rekeningnya keluar, saldo sudah habis duluan. “Kami meminta Bu Maemunah yang memang berhak mengikhlaskan. Untuk bantuan berikutnya, beliau yang berhak,” ucap Roni.

Dengan kejadian ini, Kabid Linjamsos akan mensinkronkan data penerima PKH di Dukcapil. Kaitannya dengan NIK penerima. Agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Bukan kami yang menyalurkan kartu penerima, tetapi itu langsung dari Bank. Maka ini yang akan disinkronkan dengan Dukcapil,” ucapnya.

Sementara anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati menyayangkan kejadian ini. Lantaran, hak lansia yang harusnya menerima bantuan justru tidak menerima uang sepeser pun haknya. “Sangat memprihatinkan lansia dengan kondisi yang bisa dilihat sendiri tidak menerima haknya. Maka kami minta Dinas Sosial Kota Mataram memberikan kartu kepada warga yang memang haknya!” tegas Nyayu.