Untuk Suami ! Saat Isteri Melahirkan, Genggamlah Tangannya. Saksikan Sendiri Rasa Sakit Itu

Saat melahirkan adalah waktu paling genting dalam hidup seorang wanita bergelar ibu. Banyak yang dipertaruhkan termasuk nyawa sendiri.

Bukan mudah untuk melahirkan anak, ada yang diuji dengan kesukaran ketika mahu melahirkan.

Begitu besar pengorbanan seorang isteri dan ibu.

menjelang detik kelahirannya yang ditemani suami, Instafamous yang juga ahli perniagaan, syimaeima memberitahu betapa dia menghargai kehadiran suami menemani sepanjang proses bersalin.

berikut potret persalinan syima eima
<

Turut Menitipkan Pesanan, Kata Syima Lagi Untuk Para Suami Yang Menemani Isteri Mereka Ketika Bersalin Peganglah Tangannya.

Jangan Dilepaskan Kerana Genggaman Tangan Suami Memberi Kekuatan Kepada Isteri Untuk Melahirkan Bayi.

Untuk sang istri, Janganlah bauang buang Tenaga Dengan berteriak. Simpanlah Tenaga Sebaik Mungkin Untuk Proses Melahirkan Anak.

Sakit yang dirasakan saat melahirkan mungkin bisa berbeda-beda antar ibu. Bahkan, sakit yang dirasakan ibu saat melahirkan bisa berbeda-beda pula antar kehamilan yang dimilikinya.

Hal ini bisa terjadi karena genetik dan pengalaman ibu turut menentukan seberapa besar rasa sakit yang dirasakan.

Kemampuan ibu dalam menahan rasa sakit saat melahirkan juga menentukan hal ini. Dukungan sosial saat melahirkan, ketakutan dan kecemasan ibu saat melahirkan juga dapat memengaruhi seberapa besar rasa sakit ibu.

Rasa sakit yang dirasakan saat melahirkan akan datang secara bertahap, mulai dari saat akan melahirkan sampai Anda berhasil melahirkan. Berikut tahapannya:

Awal persalinan

(selama 8 jam atau lebih). Kontraksi dapat datang setiap 5-20 menit dan berlangsung selama 30-60 detik. Pada saat ini leher rahim Anda mulai terbuka, kira-kira 3-4 cm.

Kontraksi bisa datang lebih sering dan menyebabkan rasa sakit yang lebih kuat. Rasa sakit yang Anda rasakan saat ini adalah seperti kram perut saat menstruasi.

Saat persalinan (selama 2-8 jam). Kontraksi berlangsung dalam waktu yang lebih lama, lebih kuat, dan lebih sering. Hal ini menyebabkan leher rahim Anda hampir terbuka penuh, sampai 7 cm.

Masa transisiĀ 

(sekitar satu jam). Ini merupakan hal yang paling menyakitkan karena leher rahim Anda hampir menyelesaikan pembukaannya (10 cm) dan bayi Anda mulai bergerak menuju jalan lahir. Kontraksi bisa Anda rasakan lebih sering. Anda juga bisa merasakan nyeri pada punggung, pangkal paha, dan paha, serta merasa mual.

Saat Anda mengejanĀ 

(beberapa menit sampai 3 jam). Rasa sakit yang Anda rasakan mungkin akan kalah dengan rasa ingin mengejan untuk mendorong bayi keluar.

Meskipun Anda terus merasa sakit, namun banyak ibu mengatakan bahwa mengejan merupakan sebuah dorongan besar yang dapat membantu mengurangi tekanan.

Saat kepala bayi sudah terlihat, Anda mungkin merasakan sensasi panas atau terbakar di sekitar lubang vagina.

Saat plasenta keluarĀ 

(selama 30 menit). Setelah Anda berhasil melahirkan, rasa sakit Anda tidak pergi begitu saja. Anda masih perlu untuk mengeluarkan plasenta yang ada di dalam rahim Anda. Namun, tahap ini relatif mudah dilakukan.

Kontraksi dan kram masih dapat Anda rasakan setelah melahirkan. Kontraksi ini memudahkan Anda dalam mengeluarkan plasenta.

Mungkin saat ini Anda tidak merasakan sakit yang berarti karena Anda sudah fokus pada bayi Anda yang baru saja lahir.

Dengan kehadiran suami, sedikit sebanyak memberi semangat kepadanya.