Viral Kisah Pria Jalan Kaki dari Jakarta ke Gunung Rinjani

Berjalan Kaki dari Ciputat ke Gunung Rinjani Lombok, Kisah Pria Ini Viral di Twitter - Poskota

Liputan.co – Utas yang dicuitkan oleh netter yang merupakan penulis @rezanufa tengah viral di Twitter. Ia mengisahkan perjalanan jalan kakinya yang ia tempuh dari Ciputat, Tangerang Selatan ke Gunung Rinjani. Saat ini, utasnya sudah beredar luas setelah dibagikan lebih dari enam ribu kali.

Pada masa sebelum memulai perjalanannya, Reza merasa hidupnya serba buntu. Kuliah yang tak kunjung usai, kerja serabutan, ditinggal mati teman dekat hingga diputuskan dengan cara yang kurang menyenangkan oleh pacarnya. Ia seringkali mengalami mimpi buruk. Rasa cemasnya semakin menjadi lantaran tidak tahu mau berbuat apa setelah kuliahnya selesai. Meski ia menilai banyak yang mengalami hal serupa, sayangnya jalan keluar tidak mudah untuk ditiru bagi setiap orang.

Di sela mimpi buruk dan tidur yang “pendek-pendek”nya, muncul mimpi Reza rebahan di sebuah savana yang menjadi seperti isyarat baginya. Ia merasa sangat nyaman hingga tidur terlelap seperti bayi di pelukan sang ibu. Mimpi yang muncul beberapa kali itupun hilang tak lama kemudian. Untuk mengobati rasa rindunya, akhirnya ia mulai mencari tempat yang mirip dengan savana di mimpinya. Awalnya mengira di Skandinavia, Gunung Rinjani pun menarik perhatian Reza saat pemberitaan erupsinya sempat ramai. Ia memilih Gunung Rinjani sebagai destinasi perjalanan batinnya.

Ia mulanya memilih untuk bersepeda ke Gunung Rinjani lantaran jika naik pesawat pasti akan terasa sangat cepat. Namun setelah berbincang dengan kawannya, Reza merasa naik sepeda pun akan sama terasa cepatnya. Akhirnya ia memutuskan untuk menelusuri perjalanannya dengan berjalan kaki.

Reza sendiri menilai jalan kaki bukanlah hal yang istimewa. “Setiap orang melakoni,” tukasnya. Pada hari pertama perjalanan, ia sakit di sekujur badannya. Kakinya sempat mengalami luka serta bengkak saat memasuki 10 hari perjalanan akibat berjalan kaki dengan membawa carrier berkapasitas 75 liter.

Reza tidak sepenuhnya berjalan kaki selama perjalanan, karena selalu ada yang menawarkannya untuk naik kendaraan. Sempat beberapa kali menolak, Reza sepakat dengan dirinya sendiri akan menerima ajakan dan bantuan dari orang lain ketika ditawarkan. “Harusnya diterima. Itu bagian dari petualangan,” ucap mentor Reza padanya.

Tak jarang selama perjalanan Reza menemui berbagai rintangan, baik internal maupun eksternal. Ia sering perang batin dengan diri sendiri, mempertanyakan apa yang saat ini sedang ia lakukan. Reza pernah tersesat, hampir dirampok hingga sempat mengalami kejadian di luar nalar. “Saya nggak mau melabeli itu horor. Saya lebih curiga kepada mata saya sendiri yang mungkin berhalusinasi,” tulisnya.

Meski demikian, ia juga disuguhkan dengan pemandangan-pemandangan indah yang menenangkan jiwanya. Ia bertemu dan berbincang dengan banyak orang baru. Perjalanannya yang bermodalkan Rp 2,5 juta ini turut menginspirasi warganet lainnya untuk melakoni hal serupa. Tak sedikit juga yang membagikan pengalaman perjalanan untuk ketenangan jiwa mereka.