Viral Patah Tulang Hampir Membusuk, Dokter Ingatkan Soal Pengobatan Alternatif

Hasil rontgen dan kondisi tangan pasien (Twitter: @asaibrahim)
Hasil rontgen dan kondisi tangan pasien (Twitter: @asaibrahim)

Liputan.co – Utas yang dicuit oleh dokter bedah tulang dengan akun @asaibrahim sedang menjadi topik hangat yang dibahas warganet beberapa hari ke belakang. Dokter Asa mencuitkan pengalamannya menangani seorang pasien berusia 9 tahun yang mengalami patah tulang sederhana, namun kondisinya berubah mengenaskan setelah pengobatan alternatif. Utasnya sudah disukai sebanyak 28,9 ribu kali.

Kronologinya bermula saat pasien mengalami patah tulang lengan bawah saat bermain. Dokter Asa menilai bahwa meski tulangnya patah, tapi posisinya cukup baik dan tidak banyak bergeser. Bengkok yang dialami pun sangat minim dan kondisi pasien dinilai baik.

Tetapi, orang tua pasien memutuskan untuk membawa sang anak ke pengobatan alternatif patah tulang. Kemudian lengan pasien dipasang kayu dan dibalut dengan sangat kencang. Hal ini akhirnya berdampak pada aliran darah yang tidak jalan, padahal tubuh membutuhkan aliran darah untuk hidup. Akibatnya, tangan yang semakin membengkak mengakibatkan aliran darah semakin tidak berjalan sehingga menjadi ‘lingkaran setan’ dan bagian-bagian tangannya sebagian mati membusuk.

Dokter Asa mengungkap bahwa kasus pasien ini sebenarnya sangat sederhana, cukup pasang gips tanpa pen dan tidak perlu dibalut dengan kencang. “Yang terjadi apa? Patahnya lurus kagak, tapi malah komplikasi sebagian tangannya terutama ototnya banyak yang mati dan membusuk,” tukasnya. Tak hanya itu, ia juga menambahkan kemungkinan tulang sang anak akan kembali menyambung apabila dibiarkan istirahat di rumah tanpa perlu dibawa ke tukang patah tulang alternatif.

Beruntungnya, kedua orang tua pasien merasa ada yang tidak beres saat anaknya kerap mengeluh kesakitan dan langsung dibawa ke dokter. Setelah dibuka semua baru terungkap apa yang sebenarnya terjadi pada lengan sang anak. Dokter Asa juga menambahkan apabila tidak segera ditangani, akan ada kemungkinan si anak cacat seumur hidup, terlebih bagian tangan yang sempat mati dan membusuk.

Dokter Asa pun tidak sangsi terhadap penyembuhan alternatif. Meski demikian, memang ada beberapa poin yang perlu diperhatikan. Ia tetap menyarankan lebih baik diistirahatkan di rumah saja.