Viral! Toilet Transparan di Tokyo, Apa Tanggapan Warga?

Hasil gambar untuk Viral! Toilet Transparan di Tokyo, Apa Tanggapan Warga?

Jepang tak henti-hentinya membuat inovasi kreatif, seperti baru-baru ini ketika sebuah taman di Kota Tokyo membuka fasilitas toilet publik tembus pandang.

Melansir Channel News Asia (CNA), deretan kamar toilet tersebut terbuat dari bahan kaca khusus yang berubah buram ketika pintunya terkunci dari dalam. Namun, ketika tidak digunakan, dinding kaca toilet tersebut menjadi transparan. Warga yang lewat bisa dengan jelas melihat wastafel, tempat kencing, atau kloset.

Toilet tersebut didesain oleh arsitek bernama Shigeru Ban sebagai bagian dari Tokyo Toilet Project yang didanai oleh organisasi non-profit the Nippon Foundation.

Kenapa harus mahal-mahal mendanai proyek pembuatan toilet?

CNA melaporkan bahwa pembangunan  toilet yang keren di tengah ruang publik diharapkan mampu mengubah persepsi bahwa toilet publik itu gelap dan tidak terurus.

“Akan terasa keren bila Tokyo Toilets menjadi model tidak hanya bagi toilet-toilet di Tokyo, tapi juga di seluruh dunia,” sebut direktur Nippon Foundation Program Hayato Hanaoka.

Namun, proyek toilet canggih ini memunculkan reaksi beragam.

“Toiletnya keren, tapi sangat tidak membuat nyaman,” kata Arisa Komori, wanita berusia 28 tahun yang sedang mengunjungi taman tersebut dan telah mencoba ‘toilet tembus pandang’ itu. “Namun, tampilannya cantik,” imbuhnya sambil tertawa.

Beberapa orang lain merasa bahwa toilet transparan justru makin membuat mereka merasa aman.

“Kamu bisa melihat ke dalam dan mengetahui di toilet itu tidak ada orang-orang mencurigakan. Jadi, saya mengapresiasi upaya yang membuat saya berani membebaskan anak-anak saya memakai toilet tersebut,” kata Chieri Kurokawa, 36 tahun, yang tinggal tak jauh dari taman dan sedang berkunjung bersama dua anaknya.

Sebagai bagian dari proyek tersebut, 17 toilet umum bakal dipermak ulang oleh para arsitek dan desainer yang terlibat, termasuk arsitek pemenang Pritzker Prize seperti Tadao Ando dan Kengo Kuma.