Vivo Jadi Raja Smartphone di RI, Tekuk Xiaomi Hingga Samsung

2 views

Vivo V15 VS Samsung A50 Siapa Lebih Unggul? - Kliknklik Official Blog

Liputan.co – International Data Corporation (IDC) Indonesia menyampaikan Vivo kembali menjadi jawara dalam menjual smartphone di Indonesia pada kuartal keempat tahun 2020. Vivo disebut mengandalkan jaringan luas unorganized retail channel yang masih beroperasi selama lockdown imbas Covid-19.
“Vivo mempertahankan posisinya sebagai pemimpin pasar sepanjang tahun karena mengandalkan jaringan luas unorganized retail channel yang masih beroperasi selama lockdown. Vivo berfokus pada segmen low-end (US$100

Diposisi kedua ditempati oleh Oppo. IDC menilai Oppe mampu dengan cepat menyelesaikan masalah inventaris yang dihadapi di awal tahun dan pulih di semester kedua tahun 2020, terutama karena pasar ritel dibuka kembali setelah lockdown.

Oppo disebut mempertahankan dominasinya di segmen mid-range (US$200

Di peringkat ketiga diduduki oleh Xiaomi yang telah memperluas jaringan distribusinya untuk memastikan ketersediaan produk yang lebih luas dan secara positif diuntungkan dari peraturan IMEI.

“Xiaomi juga memperluas pangsa di segmen kelas mid-range, didorong oleh seri Redmi Note 9 Pro dan pengenalan merk POCO di 2H20,” kata IDC.

Keempat ditempati oleh Realme yang mempertahankan pertumbuhan tahunan yang sehat di setiap kuartal meskipun terhalang oleh masalah pasokan yang terbatas di paruh pertama tahun ini. Realme dinilai terus mengandalkan penawaran produk kelas low-end dan inisiatif pemasaran digital yang agresif.

Peringkat kelima ditempat oleh Samsung. IDC melihat perusahaan asal Korea Selatan itu memperkuat posisinya di segmen ultra-low-end (

“Di sisi lain Samsung kesulitan untuk bersaing di pasar kategori kelas mid-range (US$200

Dalam riset itu, IDC mencatat pengiriman smartphone di Indonesia mencapai 11,7 juta unit pada kuartal keempat tahun 2020, menutup tahun 2020 dengan total 36,8 juta unit dan pertumbuhan tahunan 1 persen meskipun tertekan oleh Covid-19 hampir sepanjang tahun.
Pasar, kata IDC mengalami penurunan tajam sebesar -18 persen YoY di paruh pertama tahun 2020 karena lockdown diterapkan, tetapi dapat pulih dengan cepat di paruh kedua 2020 dengan mencatatkan pertumbuhan 19 persen YoY.

Market Analyst IDC Indonesia, Risky Febrian menilai tertahannya pembelian smartphone karena kekurangan pasokan dan penutupan ritel pada kuartal kedua tahun 2020 ditambah peningkatan utilitas smartphone untuk mendukung berbagai aktivitas stay-at-home menyebabkan pemulihan yang cepat sepanjang paruh kedua tahun 2020.

Daya beli konsumen yang lebih rendah dan kebutuhan akan smartphone yang layak, kata dia juga mendorong pertumbuhan segmen low-end (US$100<US$200) untuk mencapai 65 persen pangsa pasar, naik dari 45 persen pada tahun 2019. Merek-merek utama smartphone Android bersaing ketat dalam segmen harga ini.

“Pasar smartphone Indonesia mampu bertahan di tengah pandemi COVID-19 yang mengubah bagaimana cara orang berinteraksi. Kebutuhan akan smartphone melonjak, baik itu untuk mendukung Work-from-Home, Homebased-Learning, layanan streaming hiburan, atau sekedar berkomunikasi secara virtual,” kata Risky.

“Penerapan regulasi registrasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) juga terus menunjukkan hasil yang positif, dengan meminimalisir peredaran smartphone ilegal di pasaran. Faktor ini diperkirakan memiliki peran besar untuk pemulihan pasar smartphone lebih lanjut di tahun 2021 dan seterusnya, di mana kami memperkirakan akan tumbuh sekitar 20 persen pada tahun 2021,” tambahnya.